Gresik (beritajatim.com)- Siswa SLB (Sekolah Luar Biasa) Kemala Bhayangkari Gresik punya cara tersendiri memperingati Hari Batik Nasional 2 Oktober 2024. Mereka antusias mengikuti pelatihan membatik dengan tema budaya khas Gresik.
Pelatihan membatik ini diikuti 10 siswa. Kegiatan yang diinisiasi SLB Kemala Bhayangkari dengan Dinas sosial Gresik ini berlangsung selama 10 hari di halaman sekolah.
Kegiatan membatik bertema kearifan local tersebut menghadirkan pembimbing yakni para perajin batik lokal. Mereka mengajarkan teknik dan proses pembuatan batik.
Para siswa yang terlibat sangat serius mengikuti pelatihan itu. Mulai dari cara menggambar motif, mencelup kain, hingga teknik pewarnaan khas batik Indonesia.
Tanpa rasa minder, para siswa menuangkan kreativitas pada selembar kain-kain kecil untuk sapu tangan hingga kain yang lebih besar untuk taplak meja.
Motif yang mereka buat terinspirasi dari budaya Gresik, seperti damar kurung, perahu nelayan, ikan bandeng, udang windu, hingga tugu Kabupaten Gresik.
Choirul Huda (16) salah satu siswa mengatakan, dirinya senang bisa belajar membatik, meskipun menghadapi berbagai kesulitan selama prosesnya. “Butuh kesabaran ekstra agar menghasilkan batik yang bagus,” katanya sambil tersenyum, Rabu (2/10/2024).
Sementara itu, Sri Rahayu selaku guru pembimbing menuturkan, pelatihan ini merupakan hasil kolaborasi antara SLB Kemala Bhayangkari dan Dinas Sosial Kabupaten Gresik.
“Karya siswa yang penuh kreativitas rencananya akan dipamerkan di sekolah sebagai bentuk penghargaan terhadap budaya batik,” tuturnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya dan seni, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa melalui proses berkarya.
“Belajar membatik merupakan kegiatan bertujuan memberikan kesempatan bagi siswa untuk berkreasi dan sebagai bekal hidup mandiri,” imbuhnya. [dny/suf]






