Jember (beritajatim.com) – Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengantisipasi terjadinya inflasi akibat program Makam Bergizi Gratis. Sejauh ini inflasi belum terjadi, karena program ini belum berjalan menyeluruh.
“Inflasi di Jawa Timur saat ini sangat stabil. Seluruh produk sembako dan strategis tidak ada yang melebihi HET (Harga Eceran Tertinggi), kecuali cabai merah keriting, karena saat ini musim hujan, (tanaman) rontok, panen belum semua. Sebentar lagi akan masuk musim panen, harga akan turun kembali,” kata Penjabat Gubernur Jatim Adhy Karyono, dalam acara simulasi program Makan Bergizi Gratis yang diprakarsai Pramuka Kwartir Daerah Jawa Timur, di Arum Sabil City Forest, Kabupaten Jember, Rabu (8/1/2024).
Inflasi di Jatim dalam tiga bulan terakhir pada kisaran 0,26-0,41 persen. Angka ini jauh di bawah inflasi nasional. “Kalau nanti ada permintaan dari program Makan Bergizi Gratis, pasti akan terkoreksi, karena Jawa Timur adalah sentra telur, ayam, daging, beras,” kata Adhy.
Menjaga stabilitas inflasi, Pemprov Jatim akan ,mempercepat pertambahan lahan tanam padi dan jagung. “Irigasi sudah dikerjakan, sehingga bisa menambah jumlah panen dari dua menjadi tiga kali. Bibit sudah kita sediakan, dan pupuk sudah tidak ada masalah lagi,” kata Adhy.
Selain itu, menurut Adhy, impor gula dan garam akan dikurangi. “Nanti akan dipacu, harganya akan bagus di tingkat petani dan nelayan. Tinggal bagaimana menjaga porsi stok kita agar tidak berkurang, sehingga inflasi terganggu,” katanya.
Pemprov Jatim membutuhkan rapat koodinasi dengan penyalur dan produsen, agar suplai bahan tak berlebih atau kurang. “Pasti akan ada inflasi sedikit kalau ini sudah berjalan semua. Tapi akan kita antisipasi dengan bertambahnya jumlah panen,” kata Adhy.
Sementara untuk ketersediaan gas elpiji tak ada masalah. “Kami sudah cek bagaimana kebutuhan gas elpiji dan BBM. Nataru kemarin karena tidak ada lonjakan, hari ini cukup,” kata Adhy.
Makan Bergizi Gratis ini dilakukan bertahap di 26 provinsi dan di masing-masing provinsi dilaksanakan di delapan lokasi. Tujuannya untuk melihat pola pel;aksanaannya. Pemprov Jatim sendiri sudah menyiapkan Rp 400 miliar untuk menyukseskan program ini. “Ini kita stand by kan,” kata Adhy. [wir]






