Di hadapan para pemain dan ofisial Persebaya yang baru saja mengakhiri latihan, Saiful Antoni dengan lantang memberikan ultimatum melalui megafon. “Pertandingan tanggal 28 adalah bukan derby, tapi party. Kalian harus bermain happy. Kalian harus bahagia. Tidak ada kata menyerah.”
Lelaki yang akrab disapa Capo Ipul itu adalah salah satu tokoh Green Nord, komunitas tribun Bonek. Dia memimpin ribuan orang di tribun utara Gelora Bung Tomo Surabaya berteriak dan bergerak bersama selama Persebaya bertanding.
Dan sore itu, Minggu (26/4/2026), Capo Ipul mengingatkan kepada seluruh pemain Persebaya untuk tidak kalah melawan Arema FC di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, dua hari kemudian.
Ini bukan urusan posisi di klasemen sementara Super League 2025-26. Kalau soal itu, Arema jauh di bawah Persebaya. Sebelum pertandingan pekan ke-30 itu digelar, Persebaya berada di peringkat 6 dengan mengantongi 45 angka. Sementara Arema berada di peringkat 10, terpaut enam angka lebih sedikit.
Ini urusan dominasi. Sejak Persebaya kembali ke level tertinggi Liga Indonesia pada 2018, kedua tim dari Jawa Timur itu sudah berhadapan 13 kali. Delapan pertandingan dimenangi Persebaya, dua pertandingan dimenangi Arema, tiga pertandingan berakhir seri.
Kemenangan terakhir Arema atas Persebaya terjadi pada Kamis, 15 Agt 2019 dengan skor telak 0-4. Saat itu terjadi insiden dua Aremania masuk ke lapangan pada masa istirahat dan meledek kiper cadangan Persebaya Alfonsius Kelvan dengan melambaikan uang seratus ribu rupiah.
Sejak saat itu, pertandingan Persebaya melawan Arema tak lagi terasa seperti pertandingan derby dua klub dari kota besar di Jawa Timur. Persebaya terlalu dominan. Arema selalu kerepotan mencari cara untuk menang.
Posisi Persebaya di klasemen juga tak tertandingi. Hanya sekali Arema menduduki posisi di atas Persebaya, yakni pada musim 2021-22. Itu pun berimpitan. Arema peringkat 5, Persebaya peringkat 6.
Puncaknya pada 1 Oktober 2022. Persebaya untuk kali pertama mengalahkan Arema dalam pertandingan kompetisi resmi di Stadion Kanjuruhan, Malang 3-2. Namun orang akan mengingat kematian 135 orang penonton malam itu akibat dampak gas air mata yang ditembakkan polisi.
Sejak saat itu pertandingan Persebaya melawan Arema kehilangan gairah derby. Selain polisi belum mengizinkan kehadiran penonton di stadion saat Arema jadi tuan rumah, lokasi pertandingan juga dipindahkan jauh dari Malang sebagaimana pertandingan pekan 30 musim 2025-26.
Sementara sejak Tragedi Kanjuruhan, jumlah Aremania yang datang untuk menyaksikan Arema di stadion kian sedikit. Terakhir pada musim 2024-25, rata-rata penonton Arema di kandang hanya 558 orang. Penonton terbanyak adalah saat Arema menjamu Persik Kediri yang ditonton 2.850 orang.
Maka benarlah apa yang dikatakan Saiful Antoni: ini bukan derby, ini party. Dan itulah yang terjadi Selasa sore itu. Persebaya berpesta, melanjutkan tradisi kemenangan atas Arema dengan skor telak 4-0.
Arema memang menguasai 61 persen pertandingan dan melesakkan 12 tembakan ke gawang Andhika Ramadhani. Namun hanya empat yang tepat sasaran dan tak berbuah gol. Justtu sembilan tembakan Persebaya ke gawang Lucas Frigeri berhasil membuahkan empat gol.
Skema counter attack yang cepat dan efektif (akurasi operan Persebaya sore itu 85 persen), membuat pemain-pemain Arema kelabakan. Francisco Rivera menjadi tokoh protagonis dalam pertandingan sore itu.
Selain sukses menjebol gawang Arema pada menit 49 dan 82, serta menjadi awal terjadinya penalti yang berhasil dimanfaatkan Jefferson pada menit 76, Rivera memberikan assist untuk Mikael Tata pada menit 86.
Ini menjadi kemenangan kesembilan Persebaya, sekaligus mengukuhkan posisi Bajul Ijo di peringkat lima klasemen sementara. Tinggal empat pertandingan lagi untuk menutup musim ini. Jika berhasil menyapu bersih semuanya, maka Persebaya akan mendapatkan poin maksimal 60.
Dengan poin maksimal itu, susah untuk menembus tiga besar klasemen. Tapi masih ada peluang bagi Persebaya untuk menyodok peringkat keempat. Bahkan capaian ini bakal lebih baik daripada musim 2019 saat Persebaya menjadi runner up dengan 54 poin, serta mendekati musim 2021-22 yang mengantongi 63 poin dan menduduki peringkat kelima. Wani? [wir/kun]
Rekor Persebaya vs Arema
Sel 28 Apr 2026 15.30 A Arema FC x 4:0
Sab 22 Nov 2025 15.30 H Arema FC 29.476 1:1
Sen 28 Apr 2025 15.30 A Arema FC x 1:1
Sab 7 Des 2024 15.30 H Arema FC 25.000 3:2
Rab 27 Mar 2024 20.30 A Arema FC x 1:0
Sab 23 Sep 2023 15.00 H Arema FC 27.000 3:1
Sel 11 Apr 2023 20.30 H Arema FC x 1:0
Sab 1 Okt 2022 20.00 A Arema FC 42.000 3:2
Rab 23 Feb 2022 20.45 H Arema FC x 1:0
Sab 6 Nov 2021 20.45 A Arema FC x 2:2
Kam 12 Des 2019 15.30 H Arema FC x 4:1
Kam 15 Agt 2019 15.30 A Arema FC 37.406 0:4
Sab 6 Okt 2018 15.30 A Arema FC 26.293 0:1
Min 6 Mei 2018 18.30 H Arema FC 50.000 1:0






