Surabaya (beritajatim.com) – Rumah-rumah perawatan lansia memang biasanya memiliki beragam kegiatan yang membuat para lansia bisa merasakan kembali kenangan masa mudanya. Namun, ternyata inisiatif baik itu justru membuat keadaan jadi pelik.
Seperti yang dilansir dari Indiatimes.com, sebuah panti jompo di Taiwan telah dipaksa untuk mengeluarkan permintaan maaf karena menyewa penari telanjang untuk tampil bagi warga lanjut usia yang mayoritas bahkan harus duduk di kursi roda.
Rumah Veteran Taoyuan, fasilitas milik negara untuk pensiunan personel militer, membayar penghibur dewasa untuk pertunjukan untuk merayakan Festival Pertengahan Musim Gugur, sebuah hari libur penting dalam budaya Tiongkok, dengan niatan untuk mengembalikan keceriaan masa muda.
Oleh karenanya, sebuah video pertunjukan yang terkesan cabul itu, yang direkam oleh seorang peserta diunggah ke media sosial dan dengan cepat menjadi viral.
Klip yang sekarang viral menunjukkan penari itu tampil di depan sekitar selusin pria di kursi roda. Para pria terlihat tertawa, bertepuk tangan, dan menikmati pertunjukan. Penari itu juga memberi satu lapdance kepada seorang lelaki tua.
Setelah video itu menjadi viral, fasilitas tersebut menghadapi reaksi keras karena mengorganisir pertunjukan yang tidak senonoh. Karenanya, pihak panti jompo mengeluarkan permintaan maaf.
“Tujuan dari acara tersebut adalah untuk menghibur warga dan membuat mereka bahagia. Kami sangat menyesal atas pelanggaran yang ditimbulkan,” kata juru bicara dari rumah jompo tersebut.
Panti jompo juga menyebutkan bahwa perayaan Festival Pertengahan Musim Gugur telah dibatalkan pada tahun-tahun sebelumnya karena Covid, dan mereka hanya berusaha untuk mengangkat semangat penghuninya.
Mereka lebih lanjut mengatakan bahwa mereka akan lebih ‘hati-hati’ di masa depan. Banyak orang turun ke bagian komentar untuk menyampaikan pendapat mereka.
“Sungguh! Mengapa mereka berpikir bahwa sesuatu seperti ini cocok untuk semua orang di antara penonton ini?” seorang warganet berkomentar. “Tuhan melarang orang-orang ini mendapatkan satu interaksi terakhir dengan seorang wanita berpakaian minim sebelum kematian mereka mendekat,” kata warganet lain.
“Tidak tahu, Kakek tampaknya menikmati dirinya sendiri. Tampaknya semua orang juga bertepuk tangan. Saya katakan, biarkan mereka menikmati diri mereka sendiri,” kata warganet lainnya. “Ini bodoh dan konyol. Bagaimana memperlakukan mereka dengan baik dan bermartabat, hormat dan terhormat,” tambah yang lain. [adg/beq]






