Magetan (beritajatim.com) – Informasi pariwisata di Magetan kini bisa diakses secara virtual. Melalui Virtual Exhibition East Java Culture and Tourism, masyarakat bisa mengakses di https://virtual.jatim.travel/. Sarana promosi wisata yang diinisiasi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur itu resmi dilaunching oleh Gubernur Khofifah Indar Parawansa pada Oktober 2021 lalu.
Kabupaten Magetan mengikuti kegiatan ini dengan menempati booth 20. Booth ini sejajar dengan booth Kabupaten Ngawi, Nganjuk serta booth dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Jawa Timur sebagai tuan rumah. Berbagai informasi kepariwisataan ditampilkan di booth Kabupaten Magetan. Begitu dibuka, terpampang video virtual besar yang menampilkan video promosi wisata Magetan.
Selain itu, ditampilkan pula foto-foto destinasi wisata yang dilengkapi bar code informasi detail. Informasi paket wisata magetan juga ditampilkan melaui display poster virtual. Disamping itu pameran virtual ini memberikan akses komunikasi dua arah antara visitor dan exhibitor. Untuk ini disediakan link yang terhubung langsung ke website, e-mail, dan aplikasi chat pariwisata dan budaya magetan.
Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Magetan, Joko Trihono menyebut kalau pihaknya memang tak bisa melakukan event promosi secara luring. Pun, upaya promosi virtual inilah yang jadi pilihan. Saat ini wisata Magetan telah diperkenankan dibuka dengan penerapan prokes ketat.
‘’Pameran pariwisata dan kebudayaan secara virtual sebagai upaya untuk memberikan ruang bagi pelaku usaha serta industri pariwisata Jawa Timur untuk mempromosikan potensi pariwisata dan budaya secara berkelanjutan. Dengan memanfaatkan teknologi, pameran virtual bisa terus dilakukan dalam jangka panjang serta dapat diakses oleh siapapun dan dinegara manapun karena tidak terbatas ruang dan waktu,’’ terang Joko pada beritajatim.com, Senin (13/12/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”wisata-magetan”]
Daya tarik wisata Magetan tak kalah dari negara lain. Selain dikenal memiliki keindahan alam juga menyimpan cerita sejarah dari perjalanan budaya peradaban di tanah Jawa. Wilayah ujung barat Jawa Timur ini secara administratif menaungi puncak Gunung Lawu baik itu Argo Dalem maupun Hargo Dumilah. Posisi seperti ini membuat Magetan memiliki keelokan pemandangan alam dengan ikon Telaga Sarangan, serta yang selama ini belum banyak terungkap bahwa banyak peninggalan bersejarah ditemukan.
Ditemukannya banyak peninggalan sejarah mulai dari zaman kerajaan Mataram Kuno, Singosari, Kediri, Majapahit maupun era Mataram Islam. Hal ini dikarenakan selain sebagai jalur kuno perlintasan antara wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur, Gunung Lawu dianggap sebagai gunung suci sehingga dipandang tepat untuk didirikan bangunan baik itu candi, petirtaan, pendharmaan dan lain sebagainya sesuai kebutuhan di masa peradaban lampau.
Peninggalan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya dan ataupun peninggalan lain yang masih pada tahap kajian, membuktikan bahwa Magetan mempunyai akar budaya yang kuat. Alam yang indah, budaya yang kuat dengan peninggalan sejarah merupakan potensi besar dalam dengan pengembangan pariwisata yang terpadu dan berkesinambungan.
“Dengan modal besar keindahan alam, Magetan memang diarahkan sebagai Daerah Wisata. Pengembangan kepariwisataan di Magetan dilakukan secara terpadu dengan memanfaatkan alam serta budaya beserta tradisi, adat, kearifan lokal dan juga peninggalan sejarah yang ada di dalamnya,’’ terangnya.

Hal ini menempatkan titik strategis Pemkab Magetan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan untuk menarik potensi kunjungan wisatawan dengan tingkat kunjungan, lama kunjungan serta frekuensi kunjungan yang semakin meningkat dari waktu ke waktu. Dengan kata lain, mengembangkan pariwisata dilakukan secara berkelanjutan.Kunci lain keberhasilan pariwisata adalah bagaimana Magetan mampu menampilkan keunikan, orisinalitas dan tak kalah penting adalah partisipasi masyarakat.
“Semangat masyarakat sebagai bentuk partisipasi dalam mengembangkan wisata di Magetan sangat besar. Bisa kita lihat banyak bermunculan destinasi wisata sebagai pendukung Telaga Sarangan didirikan oleh penggiat wisata, masyarakat desa maupun kalangan swasta. Selain itu akan ada banyak event budaya, seni, maupun sport-tourism yang rutin digelar oleh berbagai komunitas dan menjadi penarik kunjungan ke Magetan. Hal ini memberikan kekuatan besar dalam menopang Magetan sebagai Kota Wisata,’’ tambah Joko.
Kekuatan sektor pariwisata Magetan dengan menampilkan narasi keindahan alam, sejarah, aktivitas olahraga wisata dan tentu saja seni serta budaya merupakan sajian wisata yang lengkap dan saling melengkapi. (fiq/ted)






