Lamongan (beritajatim.com) – Beredar isu di media sosial mengenai adanya kasus Covid-19 di Desa Sedayulawas Kecamatan Brondong Kabupaten Lamongan. dikabarkan ada sebanyak 15 warga meninggal akibat positif Covid-19 dalam jangka waktu 4 hari saja. Hal tersebut segera diklarifikasi oleh Pemerintah Kecamatan setempat.
Camat Brondong Sariono, SH, MM mengungkapkan, terhitung sejak tanggal 27 hingga 30 Juni 2021, warga Sedayulawas memang banyak yang meninggal dunia. Tetapi dari sekian warga yang meninggal itu bukan disebabkan karena Covid-19.
“Untuk jumlah tepatnya (yang meninggal) saya tidak ingat. Dari catatan, mereka yang wafat tidak ada yang terkonfirmasi positif Covid-19, tetapi karena penyakit bawaan, kebanyakan sudah lanjut usia. Kematian warga Sedayulawas sebelum pandemi pun memang tinggi jika dibanding desa lain. Karena desa itu penduduknya paling banyak (se-Brondong),” ungkap Sariono, Rabu (30/6/2021).
Lebih lanjut, Sariono juga menjelaskan, pada hari Senin tanggal 28 Juni 2021 lalu pelayanan rawat jalan di Puskesmas Brondong dialihkan ke Pustu Jompong. Sariono menambahkan, bahwa saat ini kondisi Puskesmas Brondong terpantau berangsur kondusif dan terkendali.
“Untuk Puskesmas, sementara masih cukup. Semoga segera cepat kembali normal,” lanjutnya.
Sementara, demi memutus mata rantai penularan virus dan mencegah mewabahnya Covid-19, menurut Sariono, pihak Forkopimca Kecamatan Brondong telah menggelar berbagai kegiatan sebagai langkah antisipasi. Mulai dari imbauan protokol kesehatan (prokes), vaksinasi, hingga meningkatkan kebersihan lingkungan.
“Alhamdulillah, warga sudah antusias untuk vaksinasi. Mulai tanggal 21 Juni, target vaksin per hari minimal 200 orang bisa tercapai. Forkopimcam dengan Tim Medis Puskesmas telah bersinergi untuk sukseskan vaksinasi. Dan dalam vaksinasi Covid-19 ini kami prioritaskan lansia,” terang Camat Sariono.
Tak hanya itu, diketahui pihak Forkopimcam juga telah bersinergi dengan BPBD dan seluruh Pemdes di Kecamatan Brondong untuk melakukan penyemprotan disinfektan di semua desa.
[berita-terkait number=”4″ tag=”covid-lamongan”]
Lebih jauh, Sariono menambahkan, Satgas Covid-19 di Kecamatan Brondong akan selalu menginformasikan terkait peta persebaran Covid-19 di Kecamatan Brondong beserta pasien yang dirawat. Tujuannya agar masyarakat lebih waspada dan bersama-sama menanggulangi virus Covid-19.
“Kami menghidupkan kembali Posko Kampung Tangguh. Untuk memperketat penerapan prokes di desa-desa. Kami harap semoga pandemi Covid-19 segera sirna,” pungkasnya. [riq/but]







