Malang (beritajatim.com) – Industri arsitektur masuk dalam sub sektor ekonomi kreatif (Ekraf). Sektor ini mulai mendapat perhatian di Kota Malang. Bahkan potensinya cukup menjanjikan dan luar biasa.
Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, kolaborasi dengan para arsitek berjalan cukup baik. Bahkan berkat bidang arsitektur, Kota Malang menjadi daerah yang memiliki dokumen perencanaan tata kelola yang dipandang bagus.
“Malang itu luar biasa, apalagi arsitekturnya selama ini kolaborasi sangat indah. 2 dari 500an daerah Kota atau Kabupaten di Indonesia, hanya dua yang mempunyai dokumen perencanaan tata kelola yang bagus dan salah satunya itu ya Kota Malang,” kata Sutiaji.
Salah satu Arsitek di Kota Malang, Haris Wibisono (43) mengungkapkan, arsitektur mulai berkembang melalui tiga aspek penting. Menurutnya, sudah saatnya seluruh aspek produk atau proyek dimaksimalkan secara menyeluruh.
Karena selama ini yang populer adalah Detail Engineering Design (DED). Padahal itu merupakan aspek keempat.
“Yang dikenal selama ini industri konstruksinya yang sebenarnya sudah lama. Padahal DED merupakan tahapan keempat atau gambaran final sebelum pembangunan. Padahal ada 3 aspek penting di awal yakni, bidang arsitektur melalui industri kreatif, yakni tahap konsep, tahap pra rancangan atau skematik desain dan desain devolepment,” ujar Haris atau yang akrab disapa Nino, Senin, (21/11/2022).

Nino menuturkan, sudah lama Pemerintah menggandeng arsitek dalam melakukan trobosan-trobosan pembangunan gedung dan tata kota. Seperti halnya gedung Malang Creative Center (MCC), Mini Block Office, Islamic Center hingga tata kota seperti koridor Kayutangan Heritage dan sejumlah taman-taman Kota di Kota Malang.
“Kala itu memang sudut pandangnya dari industri kontruksi. Artinya ini mulai ada perluasan melalui industri kreatif untuk arsitek seperti saya. Jadi kreatif dilihat dari desain grafis dan desain produk atau advertising, itu lah masuk ke tiga aspek tadi,” tutur Haris.
Pria yang juga pernah menjadi Ketua Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Malang periode 2009-2016 ini, menjelaskan bahwa tiga aspek jika di artikan, yakni menjadi bagian penting proses arsitektur. Contohnya, seperti pembangunan gedung MCC, bagaimana konsep dan rancangan dalam tahap sosiologis dan lingkungan ini ditelurkan melalui tiga aspek penting tersebut.
[berita-terkait number=”5″ tag=”malang”]
“Sosiologis itu bagaimana kita menyediakan ruang yang mampu mengakomodasi perilaku sosial, seperti budaya cangkrukan. Kita konsepkan bagaimana budaya itu bisa bermanfaat secara maksimal, maka kita tempatkan lah di MCC sebagai penunjang proses kreatifitas. Jadi anak-anak kreatif dari berbagai bidang saat nongkrong di MCC itu bisa saling sharing bertukar ide dan bisa langsung eksekusi ditempat,” papar Haris.
Keberadaan gedung MCC ini, diharapkan menjadi pintu awal mengenalkan industri kreatif Kota Malang. Ada dua dinas pengampu, yakni Diskopindag Kota Malang dan Disporapar Kota Malang yang diharapkan berkolaborasi, untuk mengembangkan industri kreatif arsitektur. Sehingga tahapan atau aspek-aspek kreatif yang tertuang dalam dunia arsitek ini bisa maksimal untuk dikembangkan.
“Dua dinas ini mulai bergeliat, mulai berkolaborasi. Jika awalnya hanya PUPR yang cocok dengan Arsitek, kini ada dua dinas tersebut yang mulai masuk untuk memaksimalkan industri kreatifnya,” imbuhnya.
Sebagai informasi Nino menjadi arsitek sejak tahun 2002 lalu. Dia founder atau pendiri Onino.co. Yaitu perusahaan arsitektur dengan berbagai karya yang menakjubkan, seperti bangunan Kantor Perumahan The OZ Bridgetown Tidar, Kota Malang.
“Jadi harapan saya nanti melalui MCC itu bisa semaksimal mungkin. Dan pekerjaan rumah kita saat ini untuk arsitektur itu ya, mengenalkan tiga aspek yang menjadi prioritas industri kreatif tersebut,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi, mengungkapkan bahwa mereka terus melakukan pendampingan, pelatihan dan sosialisasi dan bahkan program lainnya terus dilakukan tidak hanya oleh Pemerintah Kota Malang tetapi juga berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ada beberapa kegiatan termasuk dengan bidang arsitektur.
“Dua bulan terakhir ini sudah banyak melakukan koordinasi, konsultasi, terkait pengembangan Ekonomi Kreatif di Kota Malang. Kementerian sangat mendukung pengembangan sektor Ekraf sesuai potensinya,” ujar Baihaqi.
Dia menyebut bahwa Ekraf sudah terbukti sebagai penopang PDRB (Pendapatan Domestik Regional Bruto) Kota Malang. Dia mengatakan Ekraf sejauh ini tahan banting terhadap adanya krisis dan segala macam.
“Karena apa kita punya potensi luar biasa mulai SDM, dan pertumbuhan perumahan dan real estate semuanya sebagai potensi untuk mengembangkan Ekraf bidang arsitektur. Karena rakyat semakin sejahtera baik individu maupun perumahan akan terus bagaimana arsitektur bisa menangkap peluang di pasar untuk menggaet para peminat,” tuturnya. [luc/beq]






