Jakarta (beritajatim.com) – Kontingen Indonesia yang berlaga di Asian Games 2022 di Hangzhou China gagal mencapai target. Atas hasil minor ini, Ketua Komite Olimpiade Indonesia (NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari meminta warganet tidak mencerca atlet.
Sebelum berangkat ke Asian Games 2022, kontingen Indonesia ditarget masuk sepuluh besar oleh Presiden Joko Widodo. Sayang, target tersebut gagal dicapai.
Kontingen Indonesia menutup Asian Games 2022 dengan raihan 7 emas,11 perak, dan 18 perunggu. Dengan hasil tersebut, skuad Merah Putih menduduki ranking 13 di klasemen akhir.
“Kami atas nama pribadi dan NOC Indonesia mengecam warganet dan netizen yang tidak bertanggung jawab yang menganggu konsentrasi atlet. Sebab, atlet adalah aset bangsa. Atlet sudah berjuang untuk kita semua. Sehingga tidak layak mendapat perlakuan yang tidak baik,” tegas Okto, sapaan akrabnya.
Okto berharap hasil yang didapatkan kontingen Indonesia di Asian Games 2022 menjadi bahan evaluasi untuk Design Besar Olahraga Nasional (DBON). Termasuk dalam hal pembangunan infrastruktur olahraga di Tanah Air.
Baca Juga:
Indra Sjafri Minta Maaf usai Timnas U-24 Tersingkir dari Asian Games 2022
Terpisah, Chef de Mission Kontingen Indonesia untuk Asian Games 2022, Basuki Hadimuljono menilai Asian Games 2022 menjadi pengalaman berharga baginya untuk berinteraksi para atlet.
“Terkait evaluasi, olahraga tentu ada tolak ukurnya. Di Incheon kita di ranking 17, dan di sini 13. Evaluasinya kita perlu di cabor, pemerintah yang bertanggung jawab harus ditingkatkan,” ujar Basuki.
Sementara itu, Kontingen Indonesia berkekuatan 413 atlet yang turun di 202 nomor pertandingan, 41 disiplin, 30 cabang olahraga. (faw/ted)
[berita-terkait number=”3″ tag=”asian-games”]






