Madiun (beritajatim.com) – Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Madiun berperan penting bagi pencegahan stunting. Penasihat AIMI Madiun Inda Raya Ayu Miko Saputri mengatakan ada korelasi signifikan akan keberadaan AIMI Madiun dengan pencegahan stunting di wilayah Madiun Raya.
Menurut wanita yang menjabat sebagai Wakil Wali Kota Madiun itu, dalam edukasi pada 123 anggota AIMI menekankan pada pengetahuan mutakhir untuk memberikan air susu ibu (ASI).
Edukasi itu bisa dilakukan lewat sharing info dalam grup WhatsApp hingga seminar dengan mendatangkan ahli untuk memberikan edukasi kepada anggota.
“Jadi, AIMI ini pengetahuan yang diberikan juga paling update. Dari hasil penelitian, jurnal, hingga mendatangkan ahli langsung untuk memberikan edukasi. Seperti contoh, 4 sehat 5 sempurna kan sudah diganti dengan gizi seimbang. Misal seperti itu, serta banyak pengetahuan lain. Kami bahkan undang dokter gigi untuk memberikan pengetahuan betapa pentingnya ASI untuk mencegah karies gigi pada anak,” kata Inda.
Baca Juga: Balita Stunting Diberi Bantuan Susu Kental Manis, Ini Penjelasan Dinkes Ponorogo
Inda mengatakan AIMI sudah ada di Kota Madiun sejak 3 tahun lalu. Saat itu, edukasi pemberian ASI belum familiar bagi masyarakat. Pun, saat itu baru dua konselor ASI, namun kini sudah ada 5 orang konselor, dengan 26 pengurus dan total 123 anggota yang tersebar di Kota dan Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, dan Ponorogo.
Dalam AIMI segala seluk beluk ASI hingga manfaatnya jadi poin penting. Bahkan, Inda menekankan pada peran ASI untuk mencegah stunting. “Karena stunting ini bisa dicegah sejak dalam.kandungan ya. Apalagi saat bayi lahir dan bisa mendapatkan ASI eksklusif hingga usia dua tahun,” katanya.
Dia menerangkan bahwa saat ini pemerintah pusat juga concern terkait susu formula yang juga misleading saat beriklan. Dalam iklan, perusahaan susu formula pasti akan mengklaim jika produknya baik karena mengandung beberapa gizi. Padahal, yang benar adalah ASI yang sudah kodratnya diperuntukkan bagi bayi.
“Karena ASI ini yang kandungannya benar-benar bagus untuk anak demi generasi yang lebih baik,” katanya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”madiun”]
Selain itu, ada pula Bapak ASI yang tergabung dalam AIMI. Bapak ASI merupakan suami ibu menyusui yang bertugas untuk memantau kesehatan ibu menyusui. Selain itu, ada pula edukasi untuk memberikan pijatan khusus pada ibu untuk merangsang keluarnya ASI.
“Peran bapak ASI ini penting juga. Jadi bukan hanya ibu yang bertanggung jawab akan ASI,.bapak-bapak juga bisa memberikan bantuan bagi ibu yang mengalami masalah ASI dengan memberikan pijatan, serta memperhatikan kesehatan ibu yang tengah menyusui,” pungkasnya. (fiq/ted)






