Mojokerto (beritajatim.com) – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Surabaya menyalurkan hewan kurban ke enam desa yang ada di Kabupaten Mojokerto.
Penyaluran hewan kurban tersebut dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Wakil Bupati Mojokerto, Desa Kenanten, Kecamatan Puri dalam rangka Bakti Sosial Idul Adha 1447 Hijriah.
Yakni di Desa Rejosari Kecamatan Jatirejo, Desa Gumeng Kecamatan Gondang, Dusun Gelagah Desa Banyulegi Kecamatan Dawarblandong, Dusun Made Desa Pacet Kecamatan Pacet, Dusun Nawangan Desa Tawangrejo Kecamatan Jatirejo, serta Desa Purworejo Kecamatan Pungging.
Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah komisariat IMM dari Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang diterjunkan langsung ke lokasi sasaran untuk melaksanakan pengabdian masyarakat. Kegiatan tersebut dilepas Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian.
Wabup mengapresiasi aksi IMM Surabaya tersebut lantaran dinilai mencerminkan semangat pengabdian mahasiswa kepada masyarakat serta memperkuat kepedulian sosial. Kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen mahasiswa untuk hadir langsung di tengah masyarakat melalui kegiatan kemanusiaan dan pemberdayaan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak, khususnya civitas akademika Umsida, yang telah memilih Kabupaten Mojokerto sebagai lokasi pelaksanaan bakti sosial. Bakti sosial Idul Adha menjadi momentum penting untuk memperkuat semangat berbagi melalui berbagai kegiatan kemanusiaan,” ungkapnya.
Seperti penyaluran hewan kurban, santunan anak yatim, pengobatan massal, dan pembagian sembako. Hal tersebut adalah wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan empati di tengah masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut selaras dengan penguatan karakter mahasiswa melalui Trilogi IMM, yakni religiusitas, intelektualitas, dan humanitas.
“Kami berharap nilai-nilai tersebut terus diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. Aksi mahasiswa turun langsung ke desa juga sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Mojokerto Tahun 2026 melalui visi Catur Abhipraya Mubarok yang bertumpu pada empat pilar utama,” tuturnya.
Yaitu tata kelola pemerintahan yang baik, pencetakan sumber daya manusia yang tangguh dan berkarakter, kemandirian ekonomi berbasis desa melalui BUMDesa dan UMKM, serta pemerataan infrastruktur penunjang ekonomi rakyat.
“Seluruh rancangan pembangunan ini tentunya membutuhkan kerja sama, sinergi, dan kolaborasi seluruh unsur, tidak terkecuali akademisi, salah satunya bersama Universitas Muhammadiyah Sidoarjo,” tegasnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah Sidoarjo Dr. Muhammad Anas, jajaran Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Mojokerto Dr. Nurwiji, perwakilan perangkat daerah terkait, serta unsur organisasi otonom Muhammadiyah seperti Aisyiyah, Pemuda Muhammadiyah, IMM, dan IPM. [tin/ted]






