Blitar (beritajatim.com) – Ribuan penumpang kereta api jarak jauh yang melintasi wilayah Daerah Operasi (Daop) 7 Madiun harus menelan pil pahit pada Rabu (29/4/2026). Insiden operasional yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Jakarta, memicu efek domino yang mengakibatkan jadwal perjalanan kereta api (KA) mengalami keterlambatan luar biasa, bahkan mencapai lebih dari 10 jam.
KAI Daop 7 Madiun secara resmi menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan masif yang dialami para pelanggan setia mereka. Gangguan ini tidak hanya memangkas waktu perjalanan, tetapi juga memaksa pihak manajemen melakukan rekayasa pola operasi hingga pembatalan sejumlah jadwal perjalanan.
Berdasarkan data terbaru hingga pukul 06.30 WIB, sejumlah kereta unggulan mengalami kelambatan yang cukup ekstrem. KA Brantas dan KA Bangunkarta menjadi yang terdampak paling parah dengan estimasi keterlambatan melebihi 10 jam.Berikut adalah rincian kereta api yang mengalami kelambatan tinggi:
1. KA 152 (Brantas) relasi Pasarsenen-Blitar: Terlambat 657 menit (Estimasi tiba di Blitar pukul 14.17 WIB).
2. KA 162 (Bangunkarta) relasi Pasarsenen-Jombang: Terlambat 630 menit (Estimasi tiba di Jombang pukul 10.22 WIB).
3. KA 252B (Jayakarta) relasi Pasarsenen-Surabaya Gubeng: Terlambat 573 menit.
4. KA 246B (Majapahit) relasi Pasarsenen-Malang: Terlambat 541 menit.
5. KA 36 (Gajayana) relasi Gambir-Malang: Terlambat 509 menit.
6. KA 270 (Matarmaja) relasi Pasarsenen-Malang: Terlambat 466 menit.
7.KA 150 (Singasari) relasi Pasarsenen-Blitar: Terlambat 387 menit.
8. KA 38 (Brawijaya) relasi Gambir-Malang: Terlambat 261 menit.
Manager Humas Daop 7 Madiun, Tohari, menegaskan bahwa saat ini pihaknya sedang berupaya keras memulihkan sirkulasi perjalanan.”Kami memohon maaf atas kendala operasional yang terjadi di lintas Bekasi Timur. Saat ini petugas di lapangan terus berupaya melakukan percepatan normalisasi jalur sekaligus rekayasa pola operasi agar perjalanan KA dapat segera kembali sesuai jadwal,” ujar Tohari.
Sebagai bentuk tanggung jawab, KAI telah mengaktifkan skema Service Recovery. Penumpang yang terdampak akan mendapatkan kompensasi berupa minuman hingga makanan berat di atas kereta maupun di stasiun, sesuai dengan durasi keterlambatan yang dialami.
Bagi pelanggan yang keberatan dengan jadwal yang carut-marut ini dan memilih untuk membatalkan perjalanan, KAI memberikan kompensasi penuh.
“Kami memfasilitasi pengembalian biaya tiket (refund) sebesar 100% (di luar biaya pesan) bagi pelanggan yang ingin membatalkan perjalanan akibat dampak ini. Proses bisa dilakukan di loket stasiun yang telah ditunjuk,” tambah Tohari.
KAI berkomitmen melakukan evaluasi menyeluruh agar insiden serupa tidak terulang di masa mendatang, sembari tetap memprioritaskan aspek keselamatan dan keamanan penumpang. [owi/aje]






