Sampang (beritajatim.com) – Lantaran banjir semakin meluas dan sangat membahayakan jiwa, Perusahaan Listrik Negara (PLN) Cabang Sampang, melakukan force mejeure atau memutuskan hubungan dengan cara memadamkan jaringan listrik.
Informasi yang berhasil diperoleh beritajatim.com, pemadaman tersebut memang diminta oleh warga terdampak banjir karena pertimbangan keselamatan. Kemudian petugas di lapangan melepas CO gardu listrik. “Iya benar kita melalukan pemadaman dengan alasan keselamatan,” terang Abdul Ghofur, manager ULP PLN Sampang, saat dihubungi melalui jaringan telepon, Minggu (1/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”banjir-sampang”]
Ia manambahkan, saat ini ada 49 gardu listrik yang dipadamkan. Hal itu mengakibatkan 12.090 pelangan tidak bisa menikmati aliran listrik. “Sementara ada 49 gardu, dan kemungkinan bisa bertambah karena banjir semakin meluas, nanti akan kita update lagi,” imbuhnya.
Seperti yang diberitakan sebelumnya, banjir merendam ribuan pemukiman penduduk di awal tahun 2023 di Sampang Madura. Banjir semakin meluas dan air hampir mencapai atap rumah di kawasan rendah. Sampai saat ini belum diketahui secara pasti jumlah korban maupun wilayah terdampak. Namun, jika di sesuaikan dengan data PLN ada sekitar 12 ribu pelangan listrik yang dipadamkan. [sar/suf]






