Mojokerto (beritajatim.com) – Warga Lingkungan Panggreman Gang 5, Kelurahan Kranggan, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, digemparkan dengan meninggalnya M Ghufron (66), imam sekaligus marbot Musala Nurul Iman. Pria yang berdedikasi sebagai imam, muazin, dan pengurus musala tersebut ditemukan meninggal dunia di ruang belakang musala pada Selasa (29/10/2024).
Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga yang hendak mengantarkan makanan. Korban ditemukan dalam posisi telentang di atas kasur, hanya mengenakan sarung, di ruangan belakang musala yang menjadi tempat tinggalnya sehari-hari.
Salah satu warga, Nasrudin, mengungkapkan bahwa Ghufron adalah warga Jalan Sawunggaling, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto. “Ruangan di belakang musala memang dibangun sebagai tempat tinggal korban karena warga sekitar banyak yang bekerja, sehingga tugas sebagai marbot, adzan, hingga imam diserahkan sepenuhnya kepada beliau,” kata Nasrudin.
Nasrudin menambahkan bahwa sehari sebelumnya, Senin (28/10/2024), Ghufron masih melaksanakan adzan dan menjadi imam salat Magrib dan Isya. Namun, ia menunjukkan perilaku yang tidak biasa sebelum ditemukan meninggal. “Belum waktunya Isya, beliau sudah adzan hingga ditegur. Selama belasan tahun, beliau jarang sekali mengeluh sakit, meski sering mengalami kembung di perut,” jelasnya.
Setelah mendapat laporan, tim Inafis Polres Mojokerto Kota bersama penyidik Polsek Prajurit Kulon segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, meski ada sejumlah obat yang ditemukan di sekitar lokasi.
Diduga, Ghufron meninggal dunia karena faktor usia dan penyakit yang dideritanya. Usai identifikasi, jenazah korban dibawa ke kamar jenazah RSU Dr. Wahidin Sudiro Husodo, Kecamatan Magersari, Kota Mojokerto, untuk menjalani visum. [tin/beq]






