Surabaya (beritajatim.com) – Pendaftaran bakal calon Ketua DPD Real Estate Indonesia Jatim (REI Jatim) 2024-2027 diwarnai dengan teriakan “Hidup REI Jatim” dan “Takbir”. H Mochamad Ilyas datang dengan membawa 20 lebih pendukungnya mengenakan baju putih-putih.
“Saya sebenarnya tidak tertarik ikut pemilihan. Namun saya melihat REI Jatim saat ini sudah mendaftar karena semangat berorganisasi anggota REI Jatim sudah kendur. Sebagian malah merasa REI Jatim tak lagi menjadi rumah mereka, karena kepengurusan REI Jatim diisi oleh orang-orang yang bukan pengembang,” ungkap bos Chalidana Group itu tegas, yang diikuti dengan teriakan “Hidup REI Jatim” oleh para pendukung yang berdiri dibelakangnya.
Dihadapan para pendukungnya pula Ilyas menyerahkan kelengkapan berkasnya kepada Doan Risa Purbaya, Sekretariat Eksekutif REI Jatim. Ilyas mengklaim sudah mendapatkan dukungan 9 sekretariat REI yang ada di Jatim dengan total pemilik suara 300 lebih.
“Saat ini yang sudah mengirimkan dukungan tertulisnya sekitar 176 perusahaan developer dan akan terus kami laporkan kepada panitia pemilihan sampai besok (20/9/2024) sore karena proses pengiriman berkas dari 9 sekretariat di Jatim ini membutuhkan waktu,” papar Ilyas.
Ilyas yang juga menjabat sebagai bendahara umum di kepengurusan sebelumnya ini meminta kepada panitia pemilihan untuk menjunjung tinggi transparansi dan sportivitas.
“Musda REI Jatim yang akan digelar 16 Oktober mendatang harus menjadi ajang demokrasi bagi anggota REI Jatim. Tidak disusupi pihak luar, tidak dikondisikan untuk kecurangan-kecurangan. Kita berharap Musda ini bisa berjalan secara fair dan transparan,” pintanya..
Dirinya mengaku sangat sedih melihat kondisi dalam internal REI Jatim karena sejak mengabdi di REI Jatim 24 tahun selam hingga kini, baru kali ini melihat REI Jatim seolah lesu dan tak berdaya. Banyak upaya-upaya mendominasi kekuasaan dari orang-orang yang justru bukan pengembang atau developer.
“Saya orang yang tidak suka konflik, makanya sejak dulu saya tidak mau mencalonkan diri. Tapi kini saya merasa harus ikut ajang pemilihan karena organisasi ini harus kembali hidup dan menjadi rumah perjuangan para developer,” paparnya.
Setelah desakan dan dukungan dari 9 komisariat, seperti di Banyuwangi, Jember dan Sidoarjo, ia melihat harapan pada anggota agar REI Jatim kembali menjadi rumah yang nyaman bagi para pengembang. Bukan hanya dikendalikan segelintir kelompok tertentu saja.
“Ada upaya menjegal saya untuk menjadi Ketua DPD REI Jatim yang ingin terus mencengkeram mengatur organisasi ini, dan ini akan kita lawan,” tegasnya.
Sementara itu Doan Risa Purbaya, Sekretariat Eksekutif REI Jatim menyebutkan bahwa Ilyas merupakan calon pertama yang mendaftar. Pihaknya telah menerima kelengkapan berkas termasuk dukungan para anggota yang sudah dikumpulkan.
Tahap selanjutnya panitia pemilihan akan melakukan fit and profer test kepada bakal calon ketua REI Jatim. Setelah lolos maka bakal calon akan dipilih saat Musda REI Jatim 16 Oktober mendatang.
“Pendaftaran bakal calon akan kami tutup Jumat (20/9/2024) pukul 17.00 WIB. Dan tidak ada perpanjangan masa pendaftaran,” tagas Doan.
Doan menyebutkan total pemilik suara saat Musda REI Jatim adalah 570 suara dimana satu perusahaan developer hanya punya satu suara. Jika bakal calon mampu mendapatkan 60 persen dari total suara maka dinyatakan bakal calon akan dilantik menjadi ketu REI Jatim periode 2024 – 2027. [rea/aje]






