Surabaya (beritajatim.com) – Tim peneliti dari Universitas Airlangga (Unair) berhasil mengidentifikasi dua senyawa baru yang berpotensi sebagai antikanker dari daun tanaman Apa-Apa (Flemingia macrophylla), sejenis tanaman lokal Indonesia.
Temuan ini membuka jalan baru dalam pengembangan pengobatan kanker berbasis bahan alami.
Penelitian yang dipimpin oleh Prof. Mulyadi Tanjung ini berfokus pada tanaman Apa-Apa yang secara turun-temurun telah digunakan dalam pengobatan tradisional.
Hasilnya, tim berhasil menemukan senyawa yang mereka namakan deoksihomoflemingin dan 3-hidroksiflemingin A. Senyawa ini berasal dari metabolit sekunder tumbuhan yang digunakan untuk pertahanan diri.
“Kami melihat potensi besar pada senyawa yang dihasilkan oleh tanaman ini karena spesiesnya mudah didapat,” ujar Prof. Mulyadi, ditulis Kamis (25/9/2025).
Dalam uji coba laboratorium, kedua senyawa tersebut menunjukkan aktivitas yang kuat dalam melawan sel kanker serviks dan sel kanker payudara.

Prof. Mulyadi menambahkan bahwa temuan ini terbilang unik karena struktur kimianya berbeda dari penelitian sebelumnya. “Belum ada penelitian yang membahas temuan senyawa baru dalam daun ini, sehingga potensi risetnya sangat besar,” kata Prof. Mulyadi.
“Ini menjadi keuntungan bagi kami untuk dapat melakukan publikasi di jurnal top tanpa mengeluarkan biaya,” tambahnya.
Saat ini, penelitian masih dalam tahap awal uji in vitro. Tim berencana melanjutkan dengan uji in vivo, dan uji klinis untuk memastikan efektivitas dan keamanannya.
“Harapan kami, temuan ini tidak hanya dapat digunakan dalam dunia medis, tetapi juga dapat menunjukkan daya saing riset Indonesia di kancah global,” pungkas Prof. Mulyadi. [ipl/beq]






