Mojokerto (beritajatim.com) – Bupati Mojokerto, Ikfina Fahmawati dengan didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Mojokerto Teguh Gunarko meninjau lokasi banjir di Kecamatan Dawarblandong, Kabupaten Mojokerto. Bupati memastikan warga terdampak banjir luapan Kali Lamong aman dan sehat.
Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto menyebutkan, ada tiga desa di Kecamatan Dawarblandong yang terendam banjir sejak, Rabu (9/2/2022) malam. Jumlah warga yang terdampak banjir pun bertambah dari 61 rumah menjadi 155 rumah.
Total rumah warga yang terdampak luapan Kali Lamong mencapai 155 rumah tersebut dengan rincian, Desa Pulorejo sedikitnya 44 rumah, Desa Talunblandong sebanyak 46 rumah dan Desa Banyulegi 65 rumah. Bupati juga menyapa dan memastikan kondisi warga terdampak dalam kondisi aman dan sehat.
Bupati perempuan pertama di Kabupaten Mojokerto ini menginstruksikan BPBD Kabupaten Mojokerto untuk tetap siaga apabila kawasan terdampak banjir meluas. “Saya ingin melihat langsung dan memastikan warga yang terdampak tidak ada yang sakit,” ungkapnya, Kamis (10/2/2022).
[berita-terkait number=”4″ tag=”bupati-mojokerto”]
Bupati menambahkan, banjir yang melanda wilayah Kecamatan Dawarblandong memang selalu terjadi setiap tahun. Namun pihaknya terus membantu mengerahkan segala upaya yang bisa dilakukan untuk menangani banjir tahunan ini, termasuk bantuan makanan dan obat-obat serta kubutuhan lain.
“Kita kerahkan semuanya, ini banjir tahunan dari sungai yang mengalir dari hulu ke hilir. Tentu kita upayakan solusi segera. Apa yang kita lakukan ya kita laksanakan, ini nanti kalau ada yang kita kerjakan ya pasti kita kerjakan,” katanya.
Bupati menegaskan, pihaknya akan mendukung penuh upaya untuk menanggulangi bencana banjir di Kecamatan Dawarblandong ini. Terkait banjir yang terjadi setiap tahun, Bupati memastikan, pemerintah daerah akan melakukan segala upaya yang perlu dilakukan untuk menanggulangi banjir.
Salah satu warga, Heri mengatakan, jika hujan terjadi dari Rabu malam hingga Kamis dini hari tadi. Air yang menggenang di dalam rumah pun bervariatif. “Air meluber lalu masuk rumah, warga sudah heboh dari pagi buat selamatkan barang-barang,” tuturnya.
Dalam proses penanggulangan banjir, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto dalam penanganan banjir di Kecamatan Dawarblandong telah membantu evakuasi warga. Pemkab Mojokerto melalui BPBD, Dinas Sosial (Dinsos) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) juga mendirikan dapur umur serta posko kesehatan. [tin/ted]






