Jakarta (beritajatim.com) – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 0,96 persen dalam sepekan terakhir ke level 7.381 pada akhir perdagangan Jumat (8/3/2024). Penguatan IHSG didorong oleh sentimen positif dari pasar global dan domestik.
Dari sisi global, Indeks PMI naik ke level 52,5, lebih tinggi 1,1% dari konsensus. Jerome Powell, Ketua The Fed, menyatakan ekonomi AS sudah berada di laju yang diharapkan, membuka peluang penurunan suku bunga tahun ini.
“Indeks Nasdaq mencatatkan all time high baru, dan data Non-Farm Payrolls AS naik menjadi 275K pada Februari 2024, lebih tinggi dari revisi Januari 2024 (229K) dan konsensus (200K),” ujar Analis PT Indo Premier Sekuritas, Indri Liftiany.
Indri menjelaskan IHSG tertopang sejumlah sentimen baik dari pasar global maupun domestik. Dari global market, Indeks PMI naik ke level 52,5 atau lebih tinggi +1,1 persen dibanding konsensusnya.
Selanjutnya, Jerome Powell juga telah memberi pernyataan bahwa ekonomi AS sudah berada dalam laju yang diharapkan sehingga membuka peluang terjadinya penurunan tingkat suku bunga tahun ini.
Di dalam negeri, IHSG mencatatkan all time high baru, ditopang oleh emiten GOTO yang melonjak setelah diisukan laporan keuangannya tumbuh positif dan adanya rencana buyback dan potensi merger/kolaborasi dengan GRAB.
“Emiten ENRG meningkat setelah melaporkan temuan gas baru dengan asumsi harga jual mencapai US$6/mmbtu, meningkatkan keuntungan senilai US$100 juta/tahun,” terang Indri.
Induk perusahaan JPFA berencana melakukan go private di Bursa Singapura, dan emiten ASSA dirumorkan akan diakuisisi oleh JNE milik Boy Thohir.
Di sektor komoditi, harga batu bara meningkat seiring permintaan dari China dan produksi di Indonesia terhambat cuaca ekstrim. Defisit supply nikel diprediksi terjadi tahun ini karena lambatnya persetujuan izin tambang. Harga minyak stabil setelah OPEC sepakat melanjutkan pemangkasan produksi, dan harga emas menyentuh all time high baru.
Analis memprediksi IHSG akan bergerak sideways dalam 3 hari perdagangan setelah libur Nyepi (13-15 Maret 2024). Investor melakukan aksi profit taking setelah rally pekan lalu. Data ekonomi yang perlu dicermati:
Inflation Rate YoY (AS): sebelumnya 3%, konsensus 3,1%
PPI MoM (AS): sebelumnya 0,3%, konsensus 0,3%
Retail Sales MoM (AS): sebelumnya -0,8%, konsensus 0,7%
Balance of Trade (Indonesia): sebelumnya $2,01B, konsensus $2,48B
“Berdasarkan data ekonomi yang ada menunjukkan bahwa saat ini kondisi ekonomi masih kuat, namun masih jauh dengan yang diharapkan, sehingga saat ini para investor cenderung melakukan aksi profit taking setelah pasar saham mengalami rally pada pekan kemarin,” ungkap Indri.
“Ke depan IHSG diprediksi akan bergerak sideways dalam satu pekan ini sebab para pelaku pasar masih perlu mencermati beberapa data ekonomi yang akan keluar serta proyeksi kebijakan apa yang akan diambil. Selain itu, perdagangan saham dalam minggu ini berlangsung sempit, hanya 3 hari bursa saja,” ucap dia melanjutkan.
PT Indo Premier Sekuritas yang berkomitmen mengedukasi masyarakat untuk mulai belajar investasi tanpa registrasi dengan #PakeAjaDulu IPOT dan terus mengupdate rumor seputar saham-saham berpotensi di IPOT Buzz, merekomendasikan 3 saham trading pada 13-15 Maret 2024:
Buy BBNI (Support: 6.000, Resistance: 6.350)
Buy CPIN (Support: 5.000, Resistance: 5.500)
Buy BBTN (Support: 1.335, Resistance: 1.490)
[beq]






