Pamekasan (beritajatim.com) – The International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Timur, melakukan assessment dampak kemanusiaan dari situasi kekeringan di Pamekasan, Kamis (21/12/2023).
Penilaian tersebut dilakukan oleh dua perwakilan dari dua organisasi kemanusiaan, masing-masing Farah Nur Wahyuni Zainuddin dari IFRC, serta Achmad Rifai dari PMI Provinsi Jatim.
Dalam kesempatan tersebut, mereka disambut sekaligus didampingi sejumlah pengurus dari PMI Pamekasan, mulai dari Wakil Ketua, Suharyono, Sekretaris Hairul Saleh, serta beberapa personil PMI Pamekasan.
“Penilaian awal dampak kekeringan ini sebagai upaya untuk mengindentifikasi kegiatan layanan distribusi air kepada masyarakat yang dilakukan PMI di Indonesia, khususnya di Pamekasan,” kata Farah Nur Wahyuni.
Baca Juga: PMI Pamekasan Distribusikan 830 Ribu Liter Air Bersih Pada Musim Kemarau 2023
Penilaian tersebut dilakukan untuk tiga bidang berbeda yang berkaitan dengan aspek kemanusiaan. “Penilaian mencakup tiga bidang, yakni WASH (air, sanitasi, kebersihan), kesehatan, dan live hood (mata pencaharian),” ungkapnya.
“Untuk itu, kami mencoba mengumpulkan data dari beberapa instansi lintas sektor di Pamekasan, seperti BPBD, PUPR, Dinas Pertanian, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial hingga Dinas Perikanan,” sambung perempuan asal Malaysia, yang bertugas sebagai Koordinator 12 Negara ASEAN.
Penilaian tersebut bertujuan untuk melakukan menilai dampak kemanusiaan dari situasi kekeringan, serta kebutuhan kemanusiaan untuk merespons situasi yang berkembang. Termasuk juga pengumpulan data lapangan, memproses dan menganalisis data primer, serta menyediakan laporan assessment terperinci.
Tujuan lainnya yakni menyusun rekomendasi berdasarkan hasil penilaian lapangan untuk mengintegrasikan dan menyesuaikan arah strategis untuk prioritas jangka pendek dan jangka panjang.
Baca Juga: 2 Personil PPS di Pamekasan Langgar Prinsip Kode Etik
Untuk diketahui, PMI Pamekasan mendistribusikan sebanyak 830 ribu liter air secara gratis bagi masyarakat terdampak kekeringan dalam 4 (empat) bulan terakhir, terhitung sejak akhir Agustus hingga 30 November 2023 lalu.
Pendistribusian tersebut diprioritaskan di lima kecamatan berbeda di Pamekasan, yakni Galis, Larangan, Pademawu, Palengaan, dan Tlanakan. Namun seiring berjalannya waktu, pendistribusian perluas hingga 8 kecamatan, yakni Larangan, Palengaan, dan sebagian pesantren di Pamekasan.
Sementara berdasar data BPBD Pamekasan, hanya terdapat 2 (dua) kecamatan dari 13 kecamatan berbeda di Pamekasan, dinyatakan bebas dari kekeringan pada musim kemarau tahun ini, yakni Kecamatan Pakong, dan Kecamatan Pamekasan.
Sementara 11 kecamatan lainnya yang tersebar di sebanyak 321 dusun tersebar di 77 desa berbeda, dinyatakan terdampak kekeringan akibat musim kemarau. [pin/ted]






