Malang (beritajatim.com) – Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus mendapat 249.920 tabung LPG 3 Kilogram jelang momen Idul Adha 2024. Jumlah ini 150 persen terhadap konsumsi normal harian di Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu.
Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus sengaja menambah pasokan tabung LPG 3 Kilogram demi memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dalam menyambut momen Idul Adha yang diprediksi diiringi permintaan meningkat di sektor LPG.
Area Manager Comm, Rel dan CSR Jatimbalinus Ahad Rahedi mengatakan bahwa dengan tambahan tabung maka stok LPG 3 kilogram membanjiri jumlah tabung di Malang Raya. Tujuannya agar tidak ada celah untuk oknum mengambil keuntungan memanfaatkan situasi yang meningkat.
“Sebelum dan sesudah Idul Adha kita akan banjiri tabung secara periodik melihat prediksi tingginya konsumsi serta tradisi di masing-masing daerah. Tentunya besaran tambahan di masing-masing kota kabupaten menyesuaikan itu. Seperti di Madura misalnya frekuensinya lebih intens dikarenakan tradisi toron, pemudik lebih banyak dibandingkan Idul Fitri,” ujar Ahad, Minggu (9/6/2024).
Meski stoknya melimpah, Pertamina tetap mengimbau masyarakat untuk membeli LPG di pangkalan Pertamina agar mendapatkan harga HET Rp16 ribu.
“Gampang membedakan pangkalan resmi Pertamina, kalau harganya sudah di atas Rp16 ribu itu sudah bukan pangkalan resmi. Boleh dibeli karna itu pilihan masyarakat ya, namun kalau sudah kelewatan ambil untungnya ya jangan dibeli. Semakin senang oknum pengecer yang menaikkan harga kalau dibeli,” ujar Ahad.
Ahad mengatakan, di Jawa Timur saat ini setiap desa sudah terdapat minimal 2 hingga 3 pangkalan LPG. Di Kota atau Kecamatan Kota sudah minimal 5 pangkalan LPG per desa.
“Jadi sudah tidak ada alasan sebenarnya, masyarakat bisa semakin menjangkau harga eceran tertinggi HET Rp 16.000,- dengan mudah. Untuk mengetahui lokasi pangkalan terdekat masyarakat bisa menghubungi Call Center 135,” kata Ahad.
Sebagai informasi Jawa Timur ditopang 3 supply point LPG yakni Gresik, Surabaya dan Banyuwangi denga stok LPG Jawa Timur saat rilis ini disusun mencapai 19.737 metrik ton, dengan konsumsi rata-rata normal harian mencapai 3.946 metrik ton per hari stoknya masih dalam kategori aman masih mampu menampung lonjakan konsumsi hingga 5 kali lipat.
Meskipun stok melimpah namun penyaluran ke masyarakat menyesuaikan kuota masing-masing kabupaten kota yang ditetapkan pemerintah. Sehingga penambahan pasokan ini juga sudah dikoordinasikan dengan pemerintah daerah masing-masing. [luc/but]






