Ponorogo (beritajatim.com) – Kesenian yang identik dengan pemain yang tubuhnya hitam, Tari Keling mentas di acara penutupan Grebeg Suro 2023 di Ponorogo.
Mentas di Panggung Utama Alun-alun Ponorogo, seni tari yang hanya ada di Dusun Mojo, Desa Singgahan Kecamatan Pulung itu, berhasil memukau penonton. Tak ayal, tepuk tangan pun bergemuruh saat punggawa tari Keling mengakhiri pentasnya.
“Alhamdulillah, kita hari ini pentas lagi di acara Grebeg Suro. Selain reog, tari Keling merupakan kesenian yang juga asli dari Ponorogo,” kata Ketua seni tari Keling Guno Joyo, Wiyoto, Selasa (18/07/2023).
Tari Keling mungkin tidak sepopuler dengan kesenian Reog, Gajah-gajahan ataupun Jaran Tek yang berkembang di Kabupaten Ponorogo. Namun, harus diakui bahwa tari Keling hanya ada dan satu-satunya di Ponorogo. Tepatnya di Dusun Mojo, Desa Singgahan di Kecamatan Pulung. Tari ini sudah terwariskan secara turun temurun okeh keturunan warga Dusun Mojo.
Baca Juga: Imbas Kecelakaan di Semarang, 3 Rangkaian KA Terlambat Tiba di Stasiun Blitar
“Informasi dari mbah-mbah butut kami, nama Keling diambil dari salah satu nama suku di Jawa,” katanya.
Keunikan tari Keling ini, semua pemainnya, yakni musisi musik dan penarinya hanya dimainkan oleh warga Dusun Mojo Desa Singgahan. Sebab, tari ini juga tidak bisa dicampur atau berkolaborasi dengan kesenian lain.
“Tari Keling hanya ditampilkan oleh warga Dusun Mojo saja. Juga tidak bisa dicampur atau berkolaborasi dengan kesenian lain,” katanya.
Baca Juga: All Agri Expo dan Festival Jagung Nasional 2023 akan Hadir di Surabaya, Ada Apa Aja?
Wiyoto menceritakan bahwa gerakan tari ini, dari dulu hingga sekarang masih sama. Todak ada improvisasi atau perubahan. Gerakannya pun juga tidak ada yang diadopsi dari tarian daerah manapun.
“Gerakannya dari dulu hingga sekarang masih sama,” katanya.
Terkait dengan pemain tari Keling yang identik dengan tubuh hitam itu, Wiyoto menjelaskan bahwa itu menggunakan campuran minyak curah dan arang atau serbuk hitam yang didapat dari panci yang permukaan bawahnya hitam.
“Untuk membuat hitam seluruh tubuh itu, menggunakan campuran minyak curah dengan arang atau serbuk hitam,” pungkasnya. (end/ian)






