Malang (beritajatim.com) – International Conference Of Islamic Economics And Business (ICONIES) yang kedelapan berlangsung di Fakultas Ekonomi UIN Malang. Acara berlevel internasional itu mengusung tema Embracing Digitalization To Achieve Innovations in Islamic Economics and Business Perspective.
Rektor UIN Malang, Prof. M. Zainuddin, MA saat sambutannya memandang jika acara ini adalah salah satu program penting Fakultas Ekonomi dan juga universitas untuk menegaskan terkait peningkatan reputasi kampus dari pengakuan internasional. Menurut profesor asal Bojonegoro itu tema konferensi tahun 2022 ini, begitu kontekstual dan relevan dengan isu-isu terkini.
“Bisa kita perhatikan dari tema tersebut ada berbagai hubungannya antara ekonomi, teknologi, spiritualitas dan juga sosial serta masyarakat,”ucapnya pada acara yang bertempat di Aula lantai 5, Gedung Rektorat DR.(HC).Irt. Soekarno pada Kamis(29/09/2022).
Sementara itu, Dekan sekaligus perwakilan Fakultas Ekonomi UIN Maliki Malang, Dr. Misbahul Munir, menegaskan jika agenda ICONIES ini lebih meriah dibandingkan dengan yang sebelumnya.
“Bahkan kami sebenarnya akan menghadirkan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia Prof. Dr. Muhammad Ali Ramdhani. Namun karena ada satu perihal hingga akhirnya Prof Ali Ramdani hanya bisa hadir melalui daring dan acara pun dibuka oleh pak Rektor,” ungkap Misbahul Munir pada acara yang dilaksanakan secara hybrid.
[berita-terkait number=”4″ tag=”UIN-Maliki-Malang”]
ICONIES tahun 2022, menurut dia merupakan yang paling terbesar dan terbanyak dalam berbagai hal, mulai dari mitra publikasi, Co-Host, Sponsorship maupun jumlah paper yang dipresentasikan.
“Tercatat ada 21 Co-Host, 18 mitra publikasi baik dari jurnal terindex scopus maupun sinta, kemudian 10 sponsorship, 109 paper, 55 artikel yang submite di jurnal terakreditasi dan 54 artikel tersubmit di indeks internasional,” jelas dekan FE tersebut.
Dia melaporkan peserta dari agenda ICONIC 2022 berasal dari para peneliti, praktisi, dosen maupun mahasiswa dari berbagai PTKIN dan PTKI di seluruh Indonesia maupun dari luar negeri. “Lebih meriahnya pada acara tersebut juga turut mengundang perwakilan berbagai lembaga co-Host, Mitra publikasi dan Sponsorship sekaligus dilaksanakannya penandatangan MoU dan MoA, diantaranya dengan para co-host,” paparnya menutup. [dan/but]






