Ngawi (beritajatim.com) – Seorang ibu rumah tangga di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, nekat melompat dari jembatan setinggi 15 meter, Selasa pagi (22/7/2025). Aksi percobaan bunuh diri tersebut diduga dipicu oleh tekanan ekonomi, lantaran tak memiliki biaya untuk membiayai operasi prostat suaminya yang dijadwalkan hari itu juga.
Insiden terjadi di Jembatan Desa Kendung, Kecamatan Kwadungan. Warga yang berada di sekitar lokasi panik setelah mendengar kabar adanya seseorang yang nekat terjun ke sungai. Beberapa warga menyaksikan korban sempat muncul di permukaan air dan meminta pertolongan. Namun derasnya arus membuat penyelamatan tidak bisa langsung dilakukan.
Polisi yang mendapat laporan segera melakukan penyisiran bersama warga. Sekitar satu kilometer dari lokasi kejadian, tepatnya di Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi, korban akhirnya berhasil ditemukan dalam kondisi selamat.
Korban diketahui bernama Suyatmi (54), warga Desa Mangunharjo, Kecamatan Ngawi. Ia langsung dievakuasi ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk mendapatkan pertolongan medis.
Menurut keterangan warga bernama Hartoyo, korban diketahui merupakan tulang punggung keluarga. “Sepulang dari pasar, saya melihat ada orang melompat ke sungai. Langsung saya beritahukan warga dan polisi. Katanya suaminya mau operasi, tapi kekurangan biaya. Saya sendiri waktu itu tidak berani menolong karena airnya deras,” ujarnya.
Kapolsek Ngawi, AKP Jais Bintoro, membenarkan peristiwa tersebut. “Setelah mendapat informasi, kami segera melakukan penghadangan di titik aliran sungai. Korban berhasil diselamatkan sekitar satu kilometer dari titik awal. Dugaan sementara, korban mengalami depresi karena suaminya akan menjalani operasi,” jelasnya.
Hingga saat ini, korban masih dalam perawatan di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Soeroto Ngawi. [fiq/kun]
Jika kamu atau orang di sekitarmu terindikasi hendak melakukan bunuh diri segera hubungi call center kemenkes atau Kantor Damkar terdekat!






