Mojokerto (beritajatim.com) – Siapa sangka dari hasil pelatihan yang diikuti bersama petani hutan lainnya, warga Dusun Pandan Toyo, Desa Pandan Krajan, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto ini sukses kembangkan usaha olahan jagung. Omzet olahan jagung milik Jumani (47) tembus Rp10 juta saat bulan puasa.
Selama sekitar 14 tahun, istri dari Ngatenan (52) ini menekuni usaha olahan jagung yakni emping jagung dan tortilla chips. Usaha ini dimulai dari pelatihan yang diikuti bersama 49 orang petani hutan yang ada di desanya. Dengan modal awal 1/2 kwintal jagung dari Lembaga Pengembangan Pertanian Nahdlatul Ulama (LPP NU), ia kembangkan.
“Sekitar tahun 2010-an, awalnya ada pelatihan dari LPP NU. Awalnya yang ikut pelatihan ada 50 orang, iya satu desa. Petani hutan bapak saya, disuruh ikut pelatihan untuk meningkatkan hasil panen, dibikin emping dan tortilla chips. Dari 50 orang itu, banyak yang tidak berhasil. Orang-orang males karena mesinnya mahal,” ungkapnya, Rabu (3/1/2024).
Masih kata ibu dua anak ini, ia justru menekuni usaha barunya tersebut dan membeli mesin dari uang hasil pijaman dari koperasi. Setiap hari ia belajar dan hasilnya ia jual ke pabrik tempatnya bekerja. Ia tidak menyangka jika teman-teman pabrik tempatnya bekerja suka dengan emping jagung dan tortilla chips buatannya.
“Saya bawa ke pabrik, saya bungkusi Rp2 ribu-an, Rp5 ribu-an, akhirnya banyak yang suka. Ia dulu saya kerja di pabrik buku di desa sini karena banyak yang suka akhirnya saya tekuni terus. Sampai akhirnya saya keluar dari pabrik tahun 2018 an dan akhirnya berhasil sampai sekarang. Saya jual ke toko-toko dan ada yang ambil,” katanya.
Ia mengaku banyak pesanan saat jelang Hari Raya Idul Fitri. Ia memperdayakan para tetangganya untuk membantunya memenuhi pesanan yang datang. Tak hanya di bulan puasa, saat pesanan banyak ia akan memperdayakan para tetangganya. Namun di hari biasa karena sepi pesanan sehingga ia hanya dibantu sang suami.
“Ada 3-4 orang kalau puasa atau pas ramai pesanan yang bantu tapi kalau hari biasa karena sepi saya sama suami dan anak saya saja. Saat bulan puasa permintaan, satu bulan sampai 6 kwintal jagung atau sekitar Rp8-Rp10 juta tapi di hari biasa hanya antara Rp300 ribu sampai Rp350 ribu atau sekitar 10 kg bentuk jadi,” katanya.
Menurutnya setiap hari produksi emping jaging meski pesanan tidak banyak sehingga bisa di stok. Untuk emping jagung, Jumani membuat dua rasa, yakni original dan pedas manis. Sementara untuk tortilla chips, ia membuat banyak rasa. Mulai dari Barbeque (BBQ), balado dan lainnya.
“Kalau bulan puasa, dua-duanya banyak di pesan. Mendekati bulan puasa saya stok emping, pas bulan puasa saya buat tortilla chips karena lama prosesnya. Buat lembaran-lembaran dulu beda dengan emping. Iya jagung, hutan kan banyak ditanami jagung jadi waktu itu bapak saya kan petani hutan jadi ikut pelatihan,” ujarnya.
Saat tidak musim panen jagung, ia mengaku untuk mencari bahan dasar agak kesulitan sehingga ia harus keluar desa untuk mencari jagung. Meskipun ada harganya mahal. Saat ini harga jagung mencapai Rp6.500 per kg sehingga pengaruh di harga emping jagung dan tortilla chips kemasan.
“Iya Rp6.500 ini harga paling mahal. Saya jual untuk emping mulai kemasan 200 ons dengan harga Rp10 ribu, tortilla chips kemasan 1/4 kg harga Rp13 ribu. Dulu pernah diambil orang Malang tapi saya kendala di IRT (Industri Rumah Tangga), karena di Malang sering ada sidak jadi orangnya takut ambil kesini,” tuturnya.
Padahal setiap kali pengambilan bisa sampai 40 kg. Sehingga saat ini, ada beberapa orang yang mengambil namun ia mengaku tidak tahu dijual ke daerah mana. Karena ia memberikan harga grosir saat ada yang beli dengan jumlah banyak. Dengan membeli 10-15 kemasan, konsumen bisa mendapatkan harga grosir.
“Untuk proses emping, dari jagung pipilan ini digodok dikasih kapur sirih dan dicuci sampai bersih. Kemudian direndam satu malam dan keesokannya dicuci lagi kemudian dikukus dan dimasukkan ke dalam mesin. Untuk proses cortilla chips, lebih lama makanya sebelum bulan puasa saya stok emping dan pas puasa bikin cortilla chips,” tegasnya. [tin/but]
![Ibu 2 Anak di Mojokerto Ini Sukses Usaha Olahan Jagung Jumani (47) menunjukkan emping jagung buatannya. [Foto : Misti/beritajatim.com]](https://beritajatim.com/wp-content/uploads/2024/01/IMG-20240103-WA0010_9zt3s9AH6U-1024x576.jpeg)






