Malang (beritajatim.com) – Di hadapan ribuan sivitas akademika, Prof. Dr. Nazaruddin Malik menegaskan peran vital perguruan tinggi sebagai motor penggerak untuk mengonversi potensi populasi produktif menjadi kekuatan nyata bangsa. Upacara yang berlangsung di Helipad Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) pagi, Minggu (17/8/2025) itu terasa berbeda.
Dalam upacara peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI yang semarak dengan pakaian adat dan profesi, Rektor UMM, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, M.Si., menyampaikan amanat yang tajam dan berorientasi ke masa depan, jauh dari sekadar retorika seremonial.
Di tengah momentum bersejarah ini, Rektor Nazaruddin menyerukan sebuah tekad kolektif: menjadikan perguruan tinggi sebagai motor utama untuk mengubah bonus demografi Indonesia menjadi deviden demografi, sebuah kunci untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Aktualisasi semangat kemerdekaan yang kita peringati hari ini merupakan pemicu semangat untuk menjadi motor utama penggerak perekonomian dan pembangunan di berbagai bidang kehidupan,” tegas Prof Nazaruddin.
Rektor Nazaruddin memaparkan data statistik krusial yang menjadi landasan argumennya. Saat ini, jumlah penduduk usia produktif Indonesia telah mencapai 68 persen, dan diproyeksikan akan menyentuh puncaknya pada 70 persen antara tahun 2030-2045.
“Jumlah yang fantastis untuk dapat melakukan perubahan menjadi bangsa yang mandiri, berdaya saing, dan menghasilkan kemajuan positif di berbagai sektor,” jelasnya.
Namun, menurutnya, angka besar ini akan sia-sia tanpa peningkatan kualitas sumber daya manusia. Kualitas sumber daya insani menjadi modal utama. Maka, semua program di Universitas Muhammadiyah Malang harus bertumpu pada cita-cita mulia Indonesia Emas 2045 itu.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Prof. Nazaruddin menguraikan strategi konkret yang harus dijalankan oleh institusi pendidikan tinggi. Ia menekankan bahwa segenap insan akademis harus sepenuh hati mendedikasikan diri pada upaya kreatif dan inovatif.

Langkah-langkah tersebut meliputi salah satunya dengan mendesain proses pendidikan yang berfokus pada penguasaan teknologi dan daya inovasi tinggi. Lalu, mendorong kreativitas serta kemampuan adaptabilitas melalui pelatihan keterampilan yang relevan dengan zaman.
“Kita harus membangun etos kerja yang pokok serta kapabilitas kepemimpinan dan manajerial yang andal. Dan juga mendukung pembangunan sektor kesehatan dan lingkungan yang berkelanjutan.
Jika tekad tersebut dijalankan secara kolektif, Rektor optimis Indeks Modal Manusia Indonesia dapat terkerek naik hingga ke level 0,73 Disrupsi harus diakrabi dengan strategi yang tepat dalam investasi, kepemimpinan, keterampilan, serta kapasitas kolaborasi.
“Itulah sesungguhnya energi kolektif yang perlu dipupuk dan dihasilkan oleh lembaga pendidikan tinggi. Dengan semangat gerakan Muhammadiyah, Rektor UMM mengajak seluruh sivitas akademika untuk bergerak bersama, mengubah potensi menjadi prestasi nyata. Semoga Allah meridhoi cita-cita kita semua,” tutupnya. [dan/suf]






