Surabaya (beritajatim.com) – Perayaan HUT ke-73 Tahun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) di Kabupaten Lamongan pada 24 Oktober 2023 mendatang bakal berfokus pada penanganan stunting.
Prioritas pemerintah dalam mengurangi angka stunting menjadi fokus utama dalam perayaan HUT IDI tersebut. Charity run hingga charity night akan digelar dengan target diikuti sekitar 2 ribu dokter.
Ketua IDI Cabang Lamongan Dr Budi Himawan SpU mengungkapkan bahwa survei gizi tahun 2020, angka stunting di wilayahnya masih mencapai 27 persen. Namun, kata dia, angka ini masih lebih rendah ketimbang daerah di luar Jawa.
Baca Juga: Hanyut di Sungai Brantas Kediri, Santri Ditemukan Meninggal
“Makanya kami ingin menggiatkan hal ini agar bisa menjadi program di setiap sekretariat IDI di daerah,” ujar Budi saat jumpa pers di Sekretariat IDI Jatim, ditulis Jumat (20/10/2023).
Tak hanya itu, dalam perayaan HUT IDI tahun ini juga akan menjadikan sekretariat IDI di daerah sebagai penanganan stunting. Bukan hanya masalah gizi tetapi juga pola asuhnya. Bahkan, IDI akan membentuk orang tua asuh dokter untuk mendampingi anak-anak stunting.
“Kami juga mengadakan pengobatan gratis di 20 titik puskesmas. Lamongan dipilih karena sebelumnya sudah pernah melakukan kegiatan skala nasional,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua PB IDI Dr dr M Adib Khumaidi SpOT menyebut peringatan HUT IDI juga digelar di berbagai daerah di Indonesia. Selain berbagai aksi sosial, HUT IDI kali ini juga mendorong pemerintah daerah mengkaji kebutuhan dokter spesialis di daerahnya.
Baca Juga: Piala Suratin di Jember akan Digelar pada November 2023
Dengan begitu, maka pemerataan dokter spesialis bisa dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan fasilitas dokter spesialis di daerah.
“Rasio kebutuhan spesialis harus dilakukan di tiap kota dan kabupaten agar diketahui kebutuhan dasarnya spesialis apa. Jika sudah mengetahui dan akhirnya tahu ada kelebihan spesialis bisa didistribusikan ke daerah yang lain,” katanya. [ipl/ian]






