Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Warga Jember Lapor Dianiaya Tukang Jabel Sepeda Motor

Foto ilustrasi

Jember (beritajatim.com) – Dua warga Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi korban penganiayaan penagih utang (debt collector) alias tukang jabel sepeda motor, di Jalan Mastrip, Sabtu (8/1/2022). Persoalan ini dilaporkan ke kepolisian.

Korban penganiayaan itu adalah Warihen, warga Desa Sidomulyo, Kecamatan Silo, dan Musaini, warga Desa Sumber Kejayan, Kecamatan Mayang. Mereka dianiaya saat berusaha memediasi pengembalian sepeda motor Mio milik saudara ipar Musaini yang dirampas di Jalan Riau kemarin.

Warihen datang ke kantor penagih utang itu bersama empat orang anggota keluarga yang mengalami perampasan. “Kami mau menyelesaikan secara kekeluargaan. Menanyakan tindak lanjut sepeda itu. Kami datang ke sana, bersilaturahmi, karena kami beritikad baik,” katanya.

Rupanya kedatangan mereka tidak diterima baik-baik. Susana mediasi berjalan memanas. Warihen memilih keluar dari kantor itu menuju salah satu mini market. Ternyata ada penagih utang yang menyusul. “Sudah, Mas, kita rembuk. Jangan pakai nada kasar,” kata Marihen.

Namun dua orang pria penagih utang langsung memukuli Warihen. “Satu pakai baju putih langsung memukul saya. Ada yang gemuk pakai kaos kuning memegangi saya. Kami mengalami luka-luka memar-memar,” kata Marihen.

Musaini berusaha melerai. “Namun tidak kuat juga. Saya yang melerai juga kena pukul. Saya lari ke pom bensin. Beberapa menit kemudian dari pihak polsek datang. Lalu datang (pria), saya tidak tahu, pendek kecil. Tiba-tiba saya ditampar. Saya diajak ke dalam kantor, masih dimarahi,” katanya. [wir/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar