Hukum & Kriminal

Unitri Serahkan Penanganan Penganiayaan Mahasiswa ke Polisi

Suasana kampus Unitri saat ini masih dijaga oleh pihak kepolisian Malang (Foto: Dani Alifian /beritajatim.com)

Malang (beritajatim.com) – Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri) Malang menyerahkan proses hukum atas kasus penganiayaan mahasiswa hingga ke Kepolisian. Sebelumnya beredar informasi terkait aksi tawuran yang melibatkan mahasiswa Unitri di wilayah Tegalgondo, Kabupaten Malang, Minggu (25/6/2203) lalu.

Humas Unitri Malang, Yuni Lasari menyampaikan, adalah benar bahwa korban adalah mahasiswa Unitri bernama lengkap Krisnael Murri. Dia merupakan mahasiswa Program Studi Agribisnis angkatan 2018.

Dari keterangan humas, tawuran tersebut pecah di luar kampus yang diduga dipicu konflik antar organisasi daerah (orda). Konflik tersebut tidak berkaitan dengan aktivitas di dalam Universitas maupun Himpunan Mahasiswa.

Pihak Unitri pun menyerahkan sepenuhnya pada pihak Kepolisian, sebab ranah sudah masuk jalur hukum.

Baca Juga:
Satpam Saksikan Jenazah Mahasiswa Unitri Tengkurap di Tembok UMM

“Jadi apa apa yang sudah diputuskan kepolisian kami akan mengikuti itu. Jika nanti misal ditemukan indikasi atau seperti apa segala macam, pasti kami ikut kepolisian,” kata Yuni saat ditemui, Senin (25/6/2023).

Disinggung terkait kemungkinan drop out mahasiswa yang terlibat kericuhan, pihaknya belum bisa mengkonfirmasi. “Tadi baru selesai rapat pimpinan, saya kebetulan tidak ikut,” ujarnya.

Baca Juga:
Mahasiswa Unitri Malang Tewas Dianiaya, Kafe Hancur, Motor Dibakar

Rektor dan sivitas akademika Unitri menyatakan turut berduka cita kepada mahasiswa yang meninggal dunia. “Yang bersangkutan juga mahasiswa aktif dan tidak pernah melakukan tindakan-tindakan seperti itu. Kami juga sangat prihatin,” tuturnya mengakhiri. [dan/beq]


Baca berita lainnya di Google News atau langsung di halaman Indeks



Apa Reaksi Anda?

Komentar