Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Mantan Anggota Dewan Kota Pasuruan Terjerat Kasus Penipuan

Pasuruan (beritajatim.com) – Sidang putusan kasus penipuan yang menyeret mantan anggota DPRD Kota Pasuruan, Helmi, digelar di Pengadilan Negeri (PN) setempat, Senin (28/3/2022). Dalam sidang virtual tersebut, terdakwa Helmi diputuskan bersalah dan diberi hukuman 8 bulan penjara.

Dalam putusan yang dibacakan majelis hakim, Helmi dinyatakan bersalah karena terbukti melakukan tindak penipuan kepada Khamisa. Menurut majelis hakim, tindak penipuan yang didakwakan kepada Helmi adalah dengan menjanjikan bisa memasukkan cucu dari Khamisa menjadi PNS dengan membayar uang senilai Rp 150 juta.

“Hal ini tidak didasarkan keadaan sebenarnya, jabatannya sebagai anggota dewan tidak berhubungan dengan kelulusan CPNS, dan CPNS. Helmi juga tidak mensyarakatkan sejumlah uang, tapi terdakwa mensyaratkan uang, ” ucap Ketua Majelis Hakim, Yusti Cinianus Radjah.

Atas penipuan tersebut, terdakwa Helmi dianggap telah melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dengan maksud menguntungkan diri sendiri dan orang lain. Hal ini jelas melanggar hukum. “Oleh karena itu menjatuhkan pidana kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 8 bulan, ” ungkap Yusti.

Meskipun begitu Helmi terbebas dari dakwaan pidana penipuan cek bilyet giro (bg) kosong senilai Rp 900 juta yang disangkakan oleh Khamisa. Majelis hakim menilai bahwa perkara tersebut bukan termasuk ranah pidana, melainkan ranah perdata.

Sementara itu, ketua tim pengacara Helmi, Wiwien Ariesta mengatakan bahwa pihaknya menghormati segala keputusan hakim. Namun pihaknya masih akan menimbang-nimbang terkait keputusan untuk mengajukan banding atau tidak. “Masih kita pikir-pikir dulu. Hasil dakwaan tadi masih minim bukti dan hanya berdasarkan keterangan saksi saja, ” tutupnya. [ada/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar