Hukum & Kriminal

Tergiur Barang Brended, 2 Cewek Ini Kompak Nyolong di TP 6 Surabaya

Terdakwa Sri Cahyani (kiri) dan Sri Handayani, menjalani sidang di ruang Cakra PN.Surabaya, secara online Senin (23/08/2021).

Surabaya (beritajatim.com) – Kakak beradik Sri Cahyani dan Sri Handayani kompak mencuri berbagai barang dengan brended terkenal. Pencurian dilakukan saat keduanya jalan-jalan Tunjungan Plaza 6 Mal lantai dua.

Dalam sidang yang digelar secara online, di ruang Cakra Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hasan Effendi, SH, dari Kejari Tanjung Perak, membacakan surat dakwaan. Perbuatan Terdakwa dilakukan pada 29 Mei 2021. Saat jalan-jalan di Tunjangan Plaza 6 lantai dua, warga Kampung Seng, Surabaya itu kemudian masuk ke dalam toko Planet Sport.

“Para terdakwa pura-pura sebagai pembeli kemudian mencari kesempatan menunggu kelengahan karyawan toko kemudian mereka mengambil satu potong baju merk Nike, dan dua potong jaket merk Nike dan Converse,” kata Jaksa Hasan di ruang Cakra, Senin (23/08/2021).

Setelah membacakan surat dakwaan, majelis hakim Dede Suryaman meminta jaksa hadirkan saksi. Lantas saksi Mega Ayu Kusumawati dan Linda Kurnia didudukkan di hadapan majelis. Mereka disumpah dan ditanya satu persatu.

Di ruang sidang, saksi Linda menuturkan pada saat itu kondisi toko sedang ramai. Dirinya tidak tahu persis aksi pencurian yang dilakukan oleh kedua terdakwa. “Yang diambil dua jaket dan satu kaos pak hakim,” ujar Linda.

Lebih lanjut, Linda menuturkan pada saat itu mereka berpura-pura sebagai pembeli. Setelah itu, mereka terlihat sedang memilih baju. Linda serta karyawan lainnya tak sadar kalau saat itu Cahyani dan Handayani ternyata mencuri.

“Tahunya dari CCTV, diselipkan dalam tasnya. Saat itu teman saya yang kerja di Pakuwon Mal juga mengetahui keduanya berbelanja di Sport Station, Lotte Mart, dan Uniclo pakai baju curian di gerai kami. Kemudian mereka dilaporkan,” kata Linda.

Saat ditanya majelis hakim berapa kerugian yang dialami, Linda menjawab senilai Rp 1,8 juta. Lalu kedua terdakwa membenarkannya telah mengambil barang tersebut. “Saya mohon maaf yang mulia, sangat menyesal,” ucap kedua terdakwa.

Perbuatan para terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 363 ayat (1) ke-4 KUHP. [uci]

 


Apa Reaksi Anda?

Komentar