Hukum & Kriminal

Januari 2020 Sudah Ada 11 Kasus

Tahun 2019, Ada 47 Kasus Kekerasan Seksual terhadap Anak di Surabaya

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polrestabes Surabaya, AKP Ruth Yuni. [Foto/Manik Priyo Prabowo]

Surabaya (beritajatim.com) – Kasus kekerasan seksual terhadap anak masuk kategori besar. Polrestabes Kota Surabaya pun menggenjot kegiatan antisipasi kekerasan seksual terhadap anak ini. Yakni dengan menggalangkan sosialisasi ke sekolah, universitas dan yayasan.

AKP Ruth Yeni, Kanit PPA Polrestabes Surabaya menjelaskan, selama 2019 lalu ada 47 orang korban kekerasan seksual. Data tersebut adalah korban berumur 15 sampai 17 tahun. Sedangkan selama Januari 2020 sudah masuk 12 korban kekerasan seksual terhadap anak sebanyak 12 kasus.

“Jadi korban kekerasan sesksual ini harus dilakukan penanganan secara khusus dan kepolisian mengharapkan keluarga korban pelecehan seksual atau kekerasan seksual terhadap anak melaporkan kejadiannya ke polisi,” jelasnya kepada beritajatim.com, Selasa (25/2/2020).

Sementara jika dilihat dari data kekerasan seksual terhadap anak di 2019 lalu, tercatat ada 47 kasus. Sedangkan pada Januari 2020 lalu, ada 11 kasus yang ditindaklanjuti kepolisian. Kasus ini bisa saja meningkat jika sosialisasi, kesadaran orangtua dan anak akan bahaya kekerasan seksual berkurang. Oleh sebab itu, kepolisian mendongkrak pendidikan akan perlindungan dini dan antisipasi kejahatan seksual terhadap anak-anak.

AKP Ruth mencontohkan, sang anak harus melawan jika ada kesempatan lari atau melawan pelaku. Apabila sudah terjadi kekerasan seksual, anak atau korban harus melaporkan ke orangtua. Selanjutnya orangtua agar sesegera meungkin melaporkan kasus tersebut ke polisi.

“Jangan takut karena polisi akan memberikan hak sebagai korban baik itu perlindungan atau hak akan kesehatan. Pelaku juga akan ditindak dengan harapan tak lagi ada korban kekerasan seksual lagi,” tandas wanita berdarah Batak ini. [man/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar