Hukum & Kriminal

Suka Mabuk, Dua Warga Sampang Kompak Curi Motor di Surabaya

Surabaya (beritajatim.com) – Dua warga Sampang tak bisa berkutik saat petugas kepolisian Satreskrim Polsek Gubeng menyergapnya di rumah kos di Surabaya. Kedua pelaku pencurian sepeda motor spesialis menggunakan kunci T ini nekat merantau ke Surabaya untuk mencuri. Bahkan salah satu dari pelaku merupakan residivis dan sudah tiga kali ini masuk penjara.

Khoirul Anam (20) salah satu pelaku ranmor mengaku, dirinya tak belajar atau belanja alat kunci T. Kunci perusak kontrol pengaman sepeda motor ini ia dapat dari warisan rekannya yang sudah meninggal. Karena sudah tal berkerja sebagai ojek, Khoirul pun mengajak Firman (29) tetangganya ke Surabaya untuk bekerja. Namun naas, polisi lebih pintar dan berhasil membekuk keduanya.

“Saya belajar sendiri cara merusak pengaman sepeda motor. Kalau berhasil tinggal pakai stater elektrik saja sudah hidup. Kunci T dikasih rekan saya yang sudah meninggal,” ujarnya.

Kapolsek Gubeng, Kompol Akai menjelaskan, pelaku usai diamankan mengaku baru sekali mencuri motor. Kedua pelaku ini juga memiliki kesamaan yakni suka mabuk minuman keras. Bahkan, mereka tak hanya mencuri bersama, saat minum miras di caffee juga bersama sampai mabuk.

“Kedua pelaku ini kompak, tetanggaan dari Sampang, sama merantau ke Surabaya, kos satu wilayah, maling motor bersama dan mabuk juga bersama. Tapi satu pelaku inisial KA sudah dua kali keluar penjara dan ketiga kali ini masuk penjara,” paparnya.

Lebih lanjut Kompol Akai memaparkan, pelaku KA alias Khoirul Anam ini meruoakan residivis kasus penyalahgunaan narkoba dan pencurian sepeda motor. Meski sudah dihukum, pelaku tetap tak kapok mencuri motor hanya untuk mabuk-mabukan. Mereka berdua akhirnya menjalani pemeriksaan dan diancam dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. [man/but]



Apa Reaksi Anda?

Komentar