Hukum & Kriminal

Sita Ponsel Santri Malah Dijual di Terminal

Gresik (beritajatim.com) – Perbuatan tersangka Nidhom Fuadi (49), salah satu pengajar di Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Tegaljoyo, Desa Bungah Kecamatan Bungah, Gresik, tidak layak ditiru. Sebab Fuadi, sapaan akrabnya, melakukan tindak pidana dengan menjual ponsel milik santrinya tanpa sepengetahuan pengurus ponpes setempat. Ironisnya lagi, ponsel yang disita dari santrinya itu dijual di Terminal Bungurasih, Sidoarjo.

Kasus tindak pidana (penggelapan) tersebut terbongkar bermula saat salah satu santrinya memergoki tersangka membeli rokok di Indomaret Desa Bungah. Sehingga, warga asal Jalan Kapten Tendean 12 Kampung Blinyu, Kabupaten Bangka itu berurusan dengan polisi.

Kapolsek Bungah AKP Achmad Said menuturkan, kronologis kasus ini bermula saat salah satu pengurus Ponpes Murtadi (31), warga asal Desa Selo, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan merasa curiga. Sebab, ponsel yang disita tidak segera dikembalikan oleh tersangka dengan waktu yang cukup lama. Karena sudah curiga, korban melaporkan kasus ini ke polisi. “Dari hasil pemeriksaan terhadap tersangka, ada 13 ponsel berbagai merek yang disita dari santrinya dengan dalih mengganggu pelajaran,” tuturnya, Minggu (20/01/2019).

Masih menurut Said, dari awal itu, tersangka selanjutnya mengumpulkan ponsel milik santrinya yang disimpan di dalam lemari. Selanjutnya, tersangka malah mengusulkan ke pengasuh ponpes untuk berangkat mengantar proposol ke Semarang selama kurang lebih empat hari dan seketika itu disetujui oleh pengurus ponpes.

Tanpa sepengetahuan pengurus pondok, ponsel yang disita berjumlah 13 buah dibawa sebagian dimasukan ke saku celana, dan sebagian disimpan di lipatan celana bagian perut. Selanjutnya, barang tersebut dijual secara terbuka kepada penumpang di Terminal Bungurasih, Lamongan, Terminal Semarang, Terminal Cirebon dengan harga bervariasi antara Rp 300 hingga 400 ribu. “Tersangka kami tangkap saat membeli rokok di Indomaret Bungah, dan seketika itu dibawa ke polsek untuk menjalani pemeriksaan,” ungkapnya.

Dari pengakuan tersangka, kata Said, semua ponsel milik santrinya sudah dijual. Atas kejadian, jika ditotal kerugian para korban sebesar Rp 12 juta. Sementara, tersangka Nidhom Fuadi menyatakan dirinya terpaksa menjual ponsel hasil sitaan milik santrinya karena kepepet untuk menutupi kebutuhan sehari-hari. “Saya terpaksa menjual semua ponsel hasil sitaan milik santri. Uangnya langsung ditransfer ke keluarga kami di Bangka,” ujarnya. [dny/kun]





Apa Reaksi Anda?

Komentar