Hukum & Kriminal

Seorang Pelajar SMK di Malang Jadi Pelaku Sodomi Sesama Jenis

Malang (beritajatim.com) – Satuan Reserse Kriminal Polres Malang meringkus seorang pelajar SMK yang menjadi tersangka kasus pencabulan terhadap anak di bawah umur. Hubungan badan sesama jenis ini, sudah dilakukan pelaku sebanyak lima kali.

Sebelum melakukan perbuatan asusila, tersangka berinisial MAR (19), warga Kecamatan Sumberpucung, Kabupaten Malang, memberikan sejumlah barang yang diinginkan korban, GWC. Tersangka membelikan GWC (15) yang berstatus pelajar sekolah, sebuah buku kamus bahasa Korea.

Kapolres Malang, AKBP Hendri Umar menjelaskan, perbuatan yang dilakukan tersangka didasari trauma masa lalu. Ketika masih kecil, tersangka pernah menjadi korban kasus serupa atau Sodomi.

“Tersangka ini mengaku sejak kelas 4 SD punya kelainan seksual. Tersangka suka sesama jenis,” kata Hendri Umar, dalam rilis di Mapolres Malang, Kamis (28/1/2021) sore.

Tindakan asusila yang dilakukan MAR terhadap GWC, terjadi pada November 2020 lalu. Saat itu, korban diminta datang ke rumah tersangka. Korban dan pelaku diketahui tinggal berdekatan.

“Tersangka sempat mendekati beberapa orang. Terakhir, bulan November kenal korban dan mulai mendekati korban. Tersangka ini melakukan upaya-upaya pendekatan. Seperti korban minta dibelikan barang apa, tersangka menyanggupi. Terakhir korban minta dibelikan kamus Korea, kemudian korban diminta datang ke rumah tersangka. Korban kemudian diajak ke kamar, dan saat itu ada upaya tersangka melakukan perbuatan asusila. Korban sempat menolak dan akhirnya dipaksa oleh tersangka,” tegas Hendri.

Pria yang sebelumnya menjabat Kasubbag Bungkol Spripim Polri menyebutkan, setidaknya perbuatan asusila terhadap korban dilakukan sebanyak 4 kali.

“Setelah lama akhirnya tercium oleh orang tua korban dan kejadian itu kemudian dilaporkan ke perangkat dan Polsek Sumberpucung. Hingga akhirnya berhasil kita amankan. Awal mulanya memang tersangka ini memiliki trauma saat kecil, diperlukan seperti itu. Sehingga mempengaruhi psikologis,” Hendri mengakhiri.

Akibat perbuatannya, tersangka kini harus mendekam di rumah tahanan Polres Malang. Dia bakal dijerat pasal 82 juncto 76 E undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perubahan undang-undang 35 tahun 2014 dan pasal 292 KUHP tentang perbuatan cabul terhadap anak. Adapun ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara. (yog/kun)



Apa Reaksi Anda?

Komentar