Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Ribuan Istri Usia Produktif Dominasi Kasus Gugat Cerai di Gresik

Gresik (beritajatim.com) – Ribuan istri berusia produktif 25 hingga 35 tahun melakukan gugat cerai terhadap suaminya. Berdasarkan catatan di Pengadilan Agama (PA). Tahun 2021 ada 1.585 gugatan cerai dikabulkan, dan 551 gugatan talak dikabulkan

Sebagian besar pasangan yang berpisah ada yang usia pernikahannya seumur jagung. Satu bulan, atau langsung menggugat cerai. Humas Pengadilan Agama (PA) Gresik, Kamarudin Amri menuturkan, rata-rata pasangan yang menggugat cerai masih berusia produktif. “Faktor penyebab perceraian didominasi faktor ekonomi, kemudian perselisihan dan kekerasan dalam berumah tangga,” tuturnya, Kamis (6/01/2022).

Masih menurut Amri, kasus perceraian paling tinggi terjadi pada bulan Juni 2022 saat adanya puncak pandemi covid-19. “Imbas dari kejadian itu, suami tidak bisa memberi nafkah dengan alasan suami tidak punya pekerjaan karena di-PHK. Ada yang nafkah diberi tapi tidak cukup. Kaitan juga faktor pandemi covid-19. Rata-rata suami bekerja serabutan, penghasilan tidak tetap. Keadaan itulah membuat pihak istri dianggap tidak mampu menafkahi,” ujarnya.

Faktor lainnya, lanjut dia, adalah suami suka berjudi dan mabuk-mabukan, kawin paksa, dihukum penjara, dan poligami. “Kalau yang itu rata-rata usia perkawinan memang masih belum lama menikah. Ada yang dua tahun, satu tahun hingga kurang dari satu bulan, kedua belah pihak baik istri dan suami sepakat berpisah lalu menggugat cerai,” ungkap Amri.

Ia menjelaskan, sebelum mengabulkan perceraian. Pihaknya berupaya mendamaikan kedua belah pihak untuk kembali rukun melalui mediasi. Bahkan melalui keluarga besar juga ikut memiliki peran untuk duduk bersama agar memperbaiki hubungan agar rujuk kembali. Tapi, mayoritas kedua belah pihak sepakat memilih berpisah. [dny/kun]


Apa Reaksi Anda?

Komentar