Jombang (beritajatim.com) – Sejak sepekan terakhir ini warga Jombang diresahkan oleh ramainya pesan berantai yang berisi tentang kabar penculikan anak. Sedikitnya ada tiga lokasi yang beredar terkait adanya penculikan. Di antaranya, di sebuah sekolah Desa Bongkot Kecamatan Peterongan, kemudian di Jombang Kota, Kesamben, serta Kecamatan Ploso.
Informasi tersebut beredar secara berantai dari gawai satu ke gawai lainnya. Bahkan terakhir ada pesan berantai yang mengabarkan bahwa seorang penculik dihajar massa di Kecamatan Ploso. Penculik tersebut tertangkap basah saat hendak membawa kabur anak SD.
Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat memastikan bahwa kabar tersebut adalah bohong atau hoaks. Polisi sudah melakukan pengecekan ke masing-masing lokasi. Lagi-lagi semuanya tidak benar. Namun demikian, Kapolres Jombang tetap meminta jajarannya mewaspadai aksi kriminal tersebut.
“Semisal, beredar di media sosial informasi penculikan anak di Jombang, belum lama ini. Video pengeroyokan pelaku penculikan anak di Desa Rejoagung, Kecamatan Ploso juga sempat menyebar. Dari hasil penelusuran dan konfirmasi terhadap pihak pemerintah desa setempat, bahwa kejadian tersebut tidak ada. Kami pastikan informasi itu hoaks, baik waktu, lokasi maupun kasusnya,” kata Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat, Jumat (3/2/2023).
[berita-terkait number=”4″ tag=”penculikan-anak”]
Kapolres Jombang mengimbau agar masyarakat tidak gampang termakan hoaks. Untuk itu, sebelum menyebarkan informasi yang didapat, selayaknya memriksa dulu kebenarannya. Sehingga informasi yang disebar secara berantai tersebut tidak meresahkan khalayak.
Bagaimana jika ada orang mencurigakan di lingkungan sekolah? Nurhidayat mengungkapkan walaupun kabar tentang penculikan anak sampai saat ini tidak benar. Namun tidak ada salahnya, masyarakat tetap menjaga keluarganya khususnya putra putrinya. Pihak sekolah juga diminta senantiasa menjaga keamanan lingkungan.
“Apabila masyarakat mendapati orang-orang yang mencurigakan di lingkungan sekitar, bisa segera berkoordinasi dengan pihak keamanan (Bhabinkamtibmas), TNI (Babinsa) maupun pemerintah daerah. Sehingga kondisi di masyarakat Jombang tetap aman dan kondusif,” pungkas Kapolres Jombang AKBP Moh Nurhidayat. [suf/ted]






