Hukum & Kriminal

Polisi Tangkap Jaringan Narkoba Malang dengan Barang Bukti 48 Kg Ganja

Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap jaringan pengedar narkoba di Malang.

Malang (beritajatim.com) – Satreskoba Polresta Malang Kota menangkap jaringan pengedar narkoba di Malang. Mereka adalah, AK (35 tahun), MAP (22 tahun), dan UA (25 tahun). Mereka ditangkap dengan jumlah barang bukti sebanyak 48 kilogram ganja.

Kapolresta Malang Kota, Kombes Pol. Leonardus Simarmata mengatakan tiga tersangka ini berperan sebagai kurir dalam jaringan pengedar narkoba ini. Penangkapan tersangka dilakukan atas pengembangan kasus penangkapan kurir pada Kamis (22/10/2020) lalu di Jalan Simpang Akordion, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang.

“Untuk barang bukti yang pertama ditemukan sebanyak 3 bungkus ganja yang dikemas dengan lakban berwana coklat, 3 bungkus ganja dikemas isolasi transparan, timbangan, dan barang bukti lainnya. Kemudian kita kembangkan,” ujar Leonardus, Jumat, (6/10/2020).

Leonardus mengatakan, setelah penangkapan pertama polisi melakukan pengembangan dan mengamankan tiga pelaku ini. Mereka ditangkap pada Selasa (27/10/2029) pukul 18.30 WIB di lokasi yang sama. Saat penangkapan ini, polisi menemukan ganja sebanyak 38 kilogram. Sehingga total barang bukti yang diamankan dari jaringan ini sebanyak 48 kilogram ganja.

“Para tersangka ini mengaku mendapatkan barang dari tersangka EK. Kemudian EK ini dapat barang dari seseorang berinisial LPF. Dua orang ini masih dalam pencarian polisi. Informasinya, total barangnya sebanyak 100 kilogram ganja yang disimpan dalam peti kayu. Dijual dengan sistem ranjau,” papar Leonardus.

Kepada polisi, jaringan ini mengedarkan ganja di wilayah Malang Raya. Pengakuannya menjadi pengedar ganja sejak satu tahun terakhir. Hingga saat ini polisi masih terus melakukan penyidikan untuk mengungkap bandar narkoba dari jaringan ini.

“Tersangka mengedarkan ganja sudah setahun terakhir. Kita masih terus berupaya mencari bandar narkoba dari jaringan ini. Tersangka dijerat pasal 111 ayat 1 jo pasal 132 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika. Ancaman hukumannya 5 sampai 12 tahun penjara, dengan dengan Rp1 miliar sampai Rp10 miliar,” tandasnya. [luc/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar