Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Pimpinan Majalah Tempo Uraikan Kronologis Penugasan Terhadap Nurhadi

Surabaya (beritajatim.com) – Tiga saksi didatangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Winarko dalam persidangan penganiayaan yang menimpa jurnalis Tempo Nurhadi di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Tiga saksi tersebut adalah pemred majalah tempo Setri Yasra, redaktur utama desk hukum&kriminal Mustafa Silalahi, dan redaktur Linda Trianita.

Linda Trianita memberikan kesaksian pertama, saat ditanya majelis hakim yang diketuai M Basir terkait apa yang diketahui saksi dengan peristiwa penganiayaan ini. Linda menyatakan bahwa dirinya yang memerintahkan Nurhadi untuk wawancara Angin Prayitno Aji yang berstatus tersangka dugaan korupsi di KPK.

Linda juga yang menyiapkan draft pertanyaan Nurhadi untuk ditanyakan ke Angin. Selain Nurhadi, turut juga ditugaskan dalam peliputan tersebut adalah M.Fachmi seorang videografer di Tempo.

“Saat menjalankan tugas peliputan, Hadi terus berkoordinasi dengan saya,” ujar Linda dalam persidangan yang digelar secara virtual, Rabu (6/92021).

Linda menambahkan, saat masih berada di dalam Gedung Samudera Bumimoro (GSB) Nurhadi sempat mengirimkan foto bahwa dia diawasi oleh dua orang berbaju batik. Linda kemudian menyampaikan ke Nurhadi untuk cari aman. Setelah itu, Linda sudah tidak ada kontak lagi dengan Nurhadi.

Linda menegaskan, dia menugaskan Nurhadi agar wawancara dilakukan sebelum atau sesudah pesta pernikahan. Dan yang dia tugaskan adalah berkaitan dengan ditetapkannya Angin sebagai tersangka oleh KPK bukan terkait pesta pernikahan anak dari Angin.

Linda menambahkan, dia sempat bertemu dengan Nurhadi saat dia di-BAP di kepolisian. Saat bertemu inilah Nurhadi menceritakan bagaimana dia mengalami kekerasan fisik.

“ Nurhadi menceritakan sempat hendak dibawa ke Polres Pelabuhan Tanjung Perak namun batal, dia kemudian dibawa ke belakang gedung. Disitulah Nurhadi bilang ke saya bahwa dia dianiaya oleh sekitar 15 orang,” ujarnya.

Nurhadi juga menceritakan pada Linda bahwa dia sempat dipukul pipi, pelipis, kepala belakang sama Firman dan Purwanto juga. Dipukul berkali-kali.

Atas keterangan saksi, Kedua terdakwa membantah telah melakukan pemukulan terhadan Nurhadi.

Sementara itu, pengacara kedua terdakwa, Joko Cahyono tidak banyak berkomentar. Dia hanya menyampaikan bahwa semua keterangan saksi sudah bisa diterangkan dalam persidangan.

Terkait keberadaan kedua terdakwa dalam pesta pernikahan anak Angin, Cahyono menyatakan kliennya sebagai penerima tamu. Apakah atas seijin atasan atau pribadi? Cahyono tak berkomentar.

Sementara saksi Mustafa Silalahi menyatakan bahwa pada 15 Maret 2021 dirinya dapat info bahwa Angin akan melaksanakan upacara pernikahan. Angin diberitakan dalam artikel Tempo sebelumnya dan tanpa konfirmasi.

Sementara saksi Setri Yasra dalam kesaksiannya menyatakan saat kejadian masih pimred tempo.co. Dan dirinya mengetahui dari Group Whatsaap bahwa Nurhadi dipukuli.

Terkait upaya yang dilakukan Nurhadi dalam mewancarai Angin, saksi menyatakan hal itu sah saja karena untuk memenuhi azas keberimbangan, apa pun caranya. [uci/ted]


Apa Reaksi Anda?

Komentar