Hukum & Kriminal

Lempar Batu ke Petugas Patroli, 10 Anak Diamankan

Petugas kepolisian saat patroli malam antisipasi maraknya anak tawuran antar geng di Surabaya, Minggu (18/4/2021) dini hari.(Istimewa)

Surabaya (beritajatim.com) – Setidaknya ada 10 anak diamankan petugas patroli Rainmas Polrestabes Surabaya, Minggu (18/4/2021) dini hari. Para anak ini diamankan lantaran enggan dibubarkan saat bermain bola di sekitar pasar loak Kemayoran Jalan Pasar Turi, belakang Kantor Dinas Pemadam Kebakaran, Bubutan.

Menurut warga sekitar, petugas saat itu curiga anak-anak ini hendak melakukan aksi tawuran yang marak di Kota Pahlawan. Namun, belasan anak yang bermain bola ini ternyata enggan dibubarkan petugas dan mengejek, mengolok-olok bahkan memaki petugas kepolisian.

“Awalnya main bola biasa. Anak-anak itu juga warga Kemayoran kok bukan anak luar. Tapi karena main bola hingga dinihari, mereka pun dibubarkan lantaran ditakuti ikut bentrok anak-anak mungkin,” jelas Faidah (26), warga Kemayoran, Bubutan, Surabaya.

Usai dibubarkan, tak hanya mengolok, meledek dan memaki petugas, belasan anak ini justru melempar batu ke mobil patroli kepolisian. Walhasil, aksi anak ini pun membuat geram petugas yang hendak putar balik untuk berpatroli ke wilayah lain.

Para petugas pun kembali dan mengejar anak-anak ini hingga tertangkap. Menurut warga sekitar anak yang tertangkap ada 10 orang. Mereka dinaikkan mobil patroli karena nakal dan melempar batu tersebut. “Iya mobil patroli dilempar batu dan petugas langsung menangkap mereka. Tapi yang kena hanya 10 anak saja,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasat Sabhara, Polrestabes Surabaya, AKBP Herman Priyanto membenarkan adanya penangkapan 10 anak ini. Menurutnya, mereka diamankan lantaran menolak dibubarkan dan bahkan melempar batu ke mobil petugas. “Iya benar ada 10 anak yang kita amankan,” jelasnya.

Sementara itu, 10 anak ini sudah dilakukan pembinaan. Mereka sudah diperbolehkan pulang dengan membuat surat pernyataan dan dijemput orangtuanya. “Semua anak sudah kita pulangkan usai dijembut orangtuanya dan kita lakukan pembinaan,” pungkas Herman.(man/kun)


Apa Reaksi Anda?

Komentar