Malang (beritajatim.com) – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Malang berhasil menemukan jejak sopir taksi online yang hilang kontak sejak Sabtu (3/6/2023) lalu sekira pukul 16.30 WIB. Dari hasil pelacakan, Polisi mengamankan dua orang penumpang taksi online.
Dari hasil penyidikan pada dua terduga pelaku inilah, Polisi akhirnya berhasil menemukan jasad Apris Fajar Santoso (29), driver taksi online yang tinggal di Desa Clumprit, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang.
Apris diduga dibunuh penumpang taksi online yang meminta diantar ke kawasan Pantai Balekambang di Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang.
Dua terduga pelaku ini, menentukan titik pemberangkatan dan penjemputan di Jalan Raya Panglima Sudirman, Desa Dilem, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, pada Sabtu (3/6/2023) lalu sekira pukul 16.30 WIB. Beberapa jam setelahnya, korban Apris masih sempat berkomunikasi dengan istrinya pada pukul 17.40 WIB.
Namun sejak saat itu, korban tak pernah kembali dan hilang kontak. Atas hilangnya korban ini, sang istri kemudian melaporkan ke Polres Malang.
Kepala Satuan Reserse Polres Malang, Iptu Wahyu Riski Saputro membenarkan penemuan jasad korban.
“Benar mas, korban sudah ditemukan meninggal dunia,” ungkap Riski, Rabu (7/6/2023) siang.
Menurut Riski, jasad korban ditemukan warga di kawasan Hutan Piket Nol. Atau tepatnya berada di Piket Nol KM.57 Desa Sumberwuluh, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang.
“Kami masih lakukan pengembangan kasus ini. Besok kita rilis ya mas,” kata Riski.
Baca Juga: Mayat Driver Taksi Online Asal Malang Ditemukan di Hutan Piket Nol Lumajang
Menurut Riski, pihaknya menelusuri jejak dua pengorder taksi online yang disopiri korban. Dari hasil pemeriksaan terhadap dua penumpang inilah, korban diduga dihabisi oleh penumpangnya.
“Dua pengorder yang menumpang mobil korban inilah yang membunuh korban. Dua penumpang ini mengakuinya, jasad korban dibuang di jurang piket nol Lumajang sedalam 25 meter, cukup curam,” beber Riski.
Riski menambahkan, untuk motif pembunuhan masih dilakukan pendalaman dan pemeriksaan terhadap dua pelaku. Polisi mengajak serta dua terduga pelaku untuk mencari jasad korban yang dibuang di jurang sebelum akhirnya berhasil ditemukan.
“Dua pelaku kita bawa untuk menunjukkan korban dibuang. Setelah kita lakukan penyisiran jasad korban berhasil kita temukan,” Riski mengakhiri. (yog/ted)






