Hukum & Kriminal

Kompak Lakukan Kejahatan, Pasutri di Surabaya Masuk Penjara

Pasutri yang kompak mencuri ponsel pintar di Mall saat menjalani proses foto pelengkap berkas perkara di Mapolrestabes Surabaya. [Foto/Istimewa]

Surabaya (beritajatim.com) – Pasangan suami istri (pasutri) Husein Mahdi (29) dan Fatmawati (28) harus mendekam di balik jeruji besi Polrestabes Surabaya. Warga asal PPI Gresik ini kompak melakukan kejahatan. Mereka menggasak smartphone dari sejumlah lokasi.

Saat memasuki toko dalam mall PTC, ibu ini nampak mencurigakan. Dia memilih barang sembari mondar-mandir. Sementara sang suami mengawasi situasi. Seperti itulah mereka berbagi tugas saat menjalankan aksinya.

Kepada petugas, Fatma mengaku dalam menjalankan aksinya ditemani Husein Mahdi (29), yang tak lain suaminya sendiri. Modusnya, sang istri pura-pura masuk toko dan hendak membeli sesuatu. Fatmawati mengecoh dengan membuat sibuk penjaga toko.

Ketika Fatmawati berhasil menggasak smartphone, sang suami yang menanti di luar toko kemudian masuk. Mahdi mengambil ponsel dari sang istri dan kemudian pergi terlebih dulu.

“Nah, usai sang suami pergi, agar tak dicurigai istri masih menanyakan sesuatu hingga akhirnya pamit pergi. Dari situlah diperoleh satu ponsel dan kemudian dijual batangan melalui online atau ketemuan langsung,” jelas Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Jumat (9/4/2021).

Berhasil mencuri ponsel, membuat keduanya ketagihan. Mereka kemudian mencari lokasi lain yang modusnya sama. Yakni, mendatangi pasar, toko dan atau mall. Memakai cara yang sama sang istri beraksi dan kemudian dibawa lari suaminya.

Ibarat pepatah, sepandai-pandai tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Demikian juga dengan Fatma dan Mahdi. Aksi pasutri ini akhirnya terendus petugas. Melalui dasar dua laporan dan barang bukti, petugas mencari tahu kedua pelaku.

Benar, ternyata ada petunjuk bahwa kedua pelaku kerap beroperasi melakukan kejahatan. Sampai akhirnya keduanya pun tunduk tanpa perlawanan saat diamankan petugas kepolisian. “Menurut catatan ada lima kali aksi dengan modus operandi yang sama persis. Kamera pengawas juga menjadi kunci pengungkapan pencurian ponsel ini,” papar Agung.

Kedua tersangka dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian dan pemberatan. Keduanya sama-sama masuk penjara meski berbeda sel. [man/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar