Surabaya (beritajatim.com) – Penyidik Subdit IV Renakta Ditreskrimum Polda Jatim resmi menahan Ferry Irawan selama dua puluh hari kedepan.
Ferry Irawan ditahan usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dilaporkan istrinya Venna Melinda.
Wanita yang dia nikahi setahun silam ini mengalami pendarahan di hidung yang diklaim akibat dianiaya Ferry.
Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto mengatakan, penahanan terhadap Ferry merupakan kewenangan penyidik. Selain itu lanjut Dirmanto, dari pemeriksaan sidik jari Ferry saat olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) identik dengan Ferry Irawan.
“Malam ini juga penyidik melakukan penahanan terhadap FI (Ferry Irawan),” ujar Dirmanto, Senin (16/1/2023).
Lebih lanjut Dirmanto mengatakan, penahanan terhadap Ferry juga berdasar Pasal 21 KUHP tentang syarat objektif penyidik untuk melakukan penahanan. “Saya sampaikan, penahanan merupakan kewenangan penyidik,” ujarnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”kdrt-venna-melinda”]
Perlu diketahui, Ferry datang ke Polda Jatim tak sendiri, dia didampingi kuasa hukumnya Jefry Simatupang. Pada awak media, Ferry mengatakan sehari sebelum kejadian tepatnya tanggal 7 Januari 2023 dirinya sebenarnya ada kegiatan lain.
“Saya seharusnya ada syuting, tapi karena saya diminta mendampingi istri saya untuk bisa membawa mobil ke dapilnya. Akhirnya, dengan berbagai macam cara, saya cancel kerjaan saya, dan saya menemani istri saya ke dapilnya di Jatim,” ujar Ferry.
Ferry menambahkan, saat kejadian memang dirinya sedang ada percekcokan yang luar biasa dengan isterinya yang akhirnya dia berniat untuk menenangkan Venna Melinda yang sedang histeris.
“Tapi tidak (memiting). Saya menenangkan istri yang sedang histeris, memukul mukul dirinya sendiri, iya (berusaha menyakiti diri sendiri). Jadi saya mengangkat beliau ke atas kasur. Pada saat itu beliau memajukan mukanya ke saya. Ternyata mukanya ke saya dengan mengumpat kata kata. Akhirnya saya ingin menyudahi. Kata kata itu yang buat saya sudah melebihi apapun lah, dalam hati sudah tidak sepantasnya keluar dari mulut isteri saya,” beber Ferry.
“Tidak ada pemukulan. Tidak ada penganiayaan. Mengangguk (berani bersumpah),” lanjutnya.
Sementara Jefry Simatupang menyatakan, peristiwa yang terjadi sebenarnya adalah bahwa bibir Ferry robek dan berdarah.
“ Pertanyaan siapa yang melakukan. Terjemahan sendiri. Di tanggal 6 Pak Ferry sebelum berangkat bibirnya tidak berdarah dan ada yang mencakar tuh,” ujarnya. [uci/ted]





