Hukum & Kriminal

Gus Nawawi Ditahan Polda Jatim, Pengacara Sayangkan Proses Penangkapan

Surabaya (beritajatim.com) – Andry Ermawan, ketua tim Kuasa hukum tersangka kasus ujaran kebencian yakni Muhammad Nawawi atau biasa disapa Gus Nawawi dan tiga tersangka lainnya yaitu Abdul Hakam (39), Moch Sirojuddin (37), Samsul Hadi (40), menyayangkan proses penangkapan dan penahanan yang dilakukan penyidik Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim, Minggu (3/12/2020).

Menurut Andry, proses penangkapan tersebur tanpa melalui pemanggilan sebagai saksi. Harusnya melalui proses penyelidikan dan apabila ditemukan dua alat bukti yang cukup kemudian dilanjutkan dengan gelar perkara dan dinaikkan penyidikan baru ditetapkan tersangka.

“Ini sama persis dengan apa yang dialami Gus Nur (Sugi Nur Raharja), ini sangat kami sayangkan. Karena dalam putusan MK nomer 21 tahun 2004 dimana apabila seseorang kalau mau ditetapkan sebagai tersangka selain adanya dua alat bukti yang kuat maka juga harus ada pemeriksaan pendahuluan, dipanggil dulu sebagai saksi melalui proses lidik dulu, adanya saksi ahli bahasa yang diperiksa yang kemudian dinaikkan ke penyidikan baru ditetapkan tersangka,” ujarnya.

Andry menambahkan, pihaknya saat ini sedang berupaya mengajukan penangguhan penahanan. Yang menjadi pertimbangan adalah anak dari tersangka masih kecil-kecil bahkan ada yang masih berusia delapan bulan.

Masih kata Andry, dalam kasus ini pelaku sebenarnya yang dilaporkan yang membuat video adalah Maskur dan sampai sekarang belum tertangkap. “Sementara untuk klien kami hanyalah pengembangan saja dari yang mengupload,” tambahnya.

Perlu diketahui, Kabidhumas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andhiko didampingi Dirreskrimsus Kombes Pol Gideon Arief Setyawan menyatakan, pihaknya mendapat informasi pada tanggal 11 November 2020, mengetahui adanya unggahan video pada Youtube “Peringatan keras warga Madura untuk Mahfud MD karena kurang ajar kepada habib Rizieq!” Oleh channel YouTube “Amazing Pasuruan” dan beberapa grup WhatsApp grup WhatsApp.

“Komunitas Alumni Sidogiri”, Madin Miftahul Ulum, Mahabbah Rosul,” Front Pembela IB HRS,” berdurasi 2 menit 33 detik. Yang diunggah pada tanggal 9 Nopember 2020.

Lebih lanjut Gideon menyatakan Abdul Hakam yang mendapat unggahan video dari WAG “Komunitas Alumni Sidogiri” yang diunggah oleh Mochamad Sirojuddin. Video tersebut sebelumnya dari Grup Madin Miftahul Ulum,” yang diunggah Samsul Hadi, selanjutnya, Samsul Hadi mendapatkan video dari “Mahabbah Rosul”.

Selanjutnya, pada Jumat 11 Desember 2020, mengamankan terduga pemilik channel YouTube “Amazing Pasuruan,” beserta barang bukti. Untuk tersangka Muchammad Nawawi, SH ( Gus Nawawi), selaku admin channel YouTube” Amazing Pasuruan” disangka dimana mengandung muatan pemerasan dan mengancam dan ujaran kebencian yang bermuatan SARA dan menyiarkan berita atau pemberitahuan bohong.

Modus pelaku, lanjut Gideon, tersangka Muchammad Nawawi mengunggah ke grup WhatsApp sejumlah grup mereka. Akibat perbuatannya, mereka dikenakan pasal undang undang RI no 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU RI no 11 tahun 2008 tentang informasi dan trsaksi elektronik dan pasal 14 ayat (1) Undang undang no 1 tahun 1946, tentang peraturan hukum pidana. [uci/kun]



Apa Reaksi Anda?

Komentar