Hukum & Kriminal

Edarkan Uang Palsu Rp 40 juta di Mojokerto, Warga Jombang Diamankan

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pengungkapan kasus uang palsu di Polsek Dlanggu.

Mojokerto (beritajatim.com) – Setiawan (46) warga Desa/Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang diamankan Polres Mojokerto saat berada di Desa Sumbersono, Kecamatan Dlanggu, Kabupaten Mojokerto. Tersangka terbukti mengendarkan uang palsu pecahan Rp100 ribu senilai Rp 40 juta.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander mengatakan, Polsek Dlanggu dan Satreskrim Polres Mojokerto berhasil mengungkap peredaran uang palsu senilai Rp40 juta. “Informasi masyarakat maraknya uang pecahan Rp100 ribu diduga palsu di Dlanggu sehingga dilakukan pengecekan dan penyelidikan,” ungkapnya, Senin (1/3/2021).

Hasilnya tanggal 18 Februari 2021 lalu petugas mengamankan satu orang pelaku atas nama Setiawan warga Jombang. Tersangka membawa uang senilai Rp40 juta pecahan Rp100 ribu palsu. Kasus tersebut dikembangkan dan ada beberapa warga diamankan, salah satunya seorang oknum Kepala Desa (Kades) di Nganjuk.

“Namun karena logus delicious bukan di wilayah Mojokerto sehingga dilimpahkan ke Polda Jatim dan statusnya saat ini ditahan. Tidak berhenti di sini, masih mencari dalang pelaku yang menyebarkan Rp100 ribu dengan modus diselipkan diantara uang asli. Jadi diantara uang Rp500 ribu, satu lembar pecahan Rp100 ribu adalah uang palsu,” katanya.

Dari keterangan tersangka menawarkan uang palsu kepada orang lain dengan imbalan 1:5 atau 20 persen dari uang palsu yang diterima. Saat ini, pihaknya bekerja sama dengan Polda Jatim untuk mengungkap apakah ada keterlibatan pejabat di wilayah hukum Polres Mojokerto dalam penyebaran uang palsu tersebut.

Kapolres Mojokerto, AKBP Dony Alexander merilis pengungkapan kasus uang palsu di Polsek Dlanggu.

 

“Secara fisik, jika malam hari tidak ada bedanya sehingga kami menghimbau agar masyarakat tetap waspada terkait peredaran uang palsu. Kami masih melakukan pengembangan agar bisa ungkap sampai ke pengedar utama uang palsu di Jatim. Kami himbau toko agar menyiapkan sinar ultraviolet masing-masing toko,” ujarnya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan saksi ahli dari Bank Indonesia untuk mengecek kertas yang digunakan dalam pembuatan uang palsu tersebut. Tersangka dijerat Pasal 36 ayat (2) dan ayat (3) Jo Pasal 36 ayat (2) dan ayat (2) UU No 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang ancaman 15 tahun dan Pasal 245 KUHP ancaman 15 tahun.

Sementara itu, tersangka Setiawan (46) mengaku, mendapatkan uang palsu tersebut dari seseorang dengan imbalan 20 persen. “Baru malam itu, mau mengedarkan. Menurut beliau jika tidak sempurna dibakar,” akunya.

Dari tangan tersangka diamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya, satu unit mobil Agya nopol S 1864 JM warna putih, satu buah tas kecil warna coklat tempat menyimpan uang palsu, 400 lembar uang kertas pecahan Rp100 ribu diduga palsu dan satu buah Handphone (HP) merk Xiomi. [tin/ted]



Apa Reaksi Anda?

Komentar