Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Dikepruk Batu Anak Kandung, Ayah Sempat Titip Wasiat Sebelum Meninggal Dunia

Pembunuhan di Sampang, diduga dilakukan oleh anak kandung

Sampang (beritajatim.com) – Dugaan kasus pembunuhan kembali terjadi di wilayah hukum Polres Sampang, Madura. Kali ini lebih sadis karena dugaan penganiayaan berat tersebut tidak mengunakan sejata tajam melainkan batu.

Singkat cerita, korban adalah warga Dusun Katedungan, Desa Pasarenan, Kecamatan Kedungdung yang diduga dibunuh oleh anak kandungnya sendiri saat korban tertidur di musala.

“Korban dihabisi nyawanya saat tidur nyenyak di musala dengan menggunakan bongkahan batu besar hingga dahi korban pecah oleh perempuan inisial R yang merupakan anak kandungnya sendiri,” terang AKP Irwan Nugroho, Kasatreskrim Polres Sampang, Rabu (18/5/2022).

Irwan menambahkan, setelah korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat hantaman batu besar tersebut, kemudian dihampiri oleh Jumhiyeh adik kandung pelaku. Saat itu juga, korban menitipkan wasiat agar menjaga saudaranya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Setelah melihat ayah tak berdaya, Jumhiyeh berteriak untuk meminta bantuan kepada tetangga yang tak jauh dari rumahnya.

“Saya langsung berteriak meminta bantuan kepada tetangga,” ucap Jumhiyeh adik pelaku.

Jumhiyeh bercerita, inisial R sudah lama mengalami gangguan jiwa. Dia pun sempat dipasung di rumah sekitar tiga bulan yang lalu. “Pernah dipasung sambil lalu diobati oleh petugas Puskesmas Kedungdung setiap bulan,” tandasnya.

Sekadar diketahui, aksi penganiayaan itu berlangsung sekitar pukul 03.00 dini hari tadi. Pelaku penganiyaan kini telah diamankan. [sar/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar