Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Diduga Praktik Tanpa Izin, Sarjana Keperawatan di Probolinggo Dipolisikan

Moch Zaeni, Kuasa Hukum S, menunjukkan berkas aduan ke awak media

Probolinggo (beritajatim.com) – Sebagai seorang perawat, meski telah mengenyam jalur pendidikan resmi tidak serta-merta bisa membuka praktik pelayanan kesehatan begitu saja. Apalagi, pelayanan kesehatan umum kepada masyarakat tersebut dibuka di rumah tanpa izin.

Inilah yang dilakukan oleh MNS (34) warga Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo. Ia diadukan ke Polres Probolinggo oleh S (45) warga Kecamatan Krucil, atas dugaan telah membuka dan melakukan praktik kesehatan di rumahnya tanpa izin.

Dari informasi yang dihimpun beritajatim.com menyebutkan, MNS adalah sarjana keperawatan, namun belum pernah menempuh pendidikan profesi Ners. “Bahwa terlapor diduga tidak memiliki izin SIPP dan tidak memiliki STR membuka praktik di rumahnya di Desa Sumberduren Kecamatan Krucil,” jelas Moch. Zaeni, Kuasa Hukum S, saat melapor ke Polres Probolinggo, Sabtu (6/11/2021).


Zaeni menjelaskan yang bersangkutan telah menerima hampir ratusan pasien, dan diantaranya ada pasien yang tambah parah penyakitnya pasca melakukan pemeriksaan kepada MNS. “Yang bersangkutan pihak terlapor MNS ini telah menerima hampir ratusan pasien, ada yang lebih parah penyakitnya juga, tetapi nanti akan didalami oleh penyidik,” ujarnya.

Menurut Zaeni, MNS telah melanggar pasal 83 undang-undang RI nomor 26 tahun 2014 tentang kesehatan. “Harapannya dari dugaan tindak pidana ini, yang dilakukan oleh terlapor, tidak ada lagi pihak-pihak yang tidak memiliki izin membuka praktik, yang menimbulkan kerugian kepada masyarakat, baik merugikan materiel atau kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Paur Humas Polres Probolinggo, Bripka Muhtar Yuliharto membenarkan adanya pegaduan terkait dugaan tindak pidana membuka praktik kesehatan tanpa izin yang dilakukan oleh MNS. “Terima kasih, Polres Probolinggo telah menerima pengaduan tersebut. Saat ini kami fokus untuk mendalami materi pengaduan tersebut sebagai langkah tindak lanjut proses penyelidikan,” jelas Muhtar. [tr/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar