Hukum & Kriminal

Diduga Menipu dengan Modus Dana Talangan, Notaris Devi Diadili

Surabaya (beritajatim.com) – Diduga melakukan penipuan dengan modus pinjaman dana talangan atau offering Letter dari Bank CIMB Niaga Surabaya, Notaris Devi Chrisnawati Jalan Pahlawan No 30 Surabaya diadili di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (13/10/2020).

Dalam dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Jatim, Sabetania Paembonan disebutkan Terdakwa dijerat dengan pasal 378 KUHP dan korban Parlindungan dan Novian Herbowo mengalami kerugian Rp. 4,3 miliar.

Atas dakwaan tersebut, notaris Devi Chrisnawati yang tidak didampingi penasehat hukum menyatakan menerima dakwaan. “Kami tidak mengajukan eksepsi, Yang Mulia,” ujarnya.

Majelis hakim pimpinan I Ketut Suarta pun akan melanjutkan sidang pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Dalam dakwaan dibeberkan, Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jawa Timur menangkap seorang notaris Devi Chrisnawati karena melakukan penipuan dengan Total kerugian sekitar Rp 65 miliar.

Terdakwa notaris Devi Chrisnawati, warga Jalan Darmo Permai Selatan Gang X/47, Dukuh Pakis, Surabaya, ditahan lantaran diduga melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.

Terungkapnya kasus tipu gelap berawal dari laporan salah satu korbannya, Parlindingan dan Novian Herbowo asal Kota Surabaya karena merasa ditipu.

Sebab, terdakwa meminjam dana ke korban senilai Rp 4,3 miliar untuk offering letter (OL) atau dana pinjaman talangan, perihal persetujuan kredit kepemilikan rumah. Padahal, Offering Letter tersebut fiktif setelah dikroscek di Bank.

Terdakwa notaris Devi Chrisnawati menawarkan offering letter (pinjaman dana talangan) Bank CIMB Niaga. Kemudian korban tergiur dijanjikan keuntungan 3,5 persen sampai 5 persen. Misalnya Rp 5 miliar, korban dapat Rp 250 juta. [uci/but]





Apa Reaksi Anda?

Komentar