Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pembunuh Tamu Hotel Kediri Berpotensi Lolos Hukuman

Kediri (beritajatim.com) – Muhammad Wahyuddin Mahardika (21), tersangka kasus pembunuhan berencana terhadap Ifa Yunani (33) warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri berpotensi lolos dari jeratan hukum. Pemuda asal Dusun Kademangan, Desa Gudo, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang itu diduga mengalami gangguan jiwa.

Penasehat hukum tersangka, Wawang Satriya Kusuma, mengatakan kliennya adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Dia mendasarkan hal itu pada sejumlah bukti, seperti resep obat dan surat kontrol yang dikeluarkan RSUD Jombang.

“Kami siapkan bukti-bukti pendukung, bahwa dia memang mengalami gangguan kejiwaan seperti resep dan surat kontrol. Karena sementara baru berupa foto saja. Saya akan dapatkan bukti itu di RSUD Jombang,” kata Wawang, pada Rabu (18/5/2022).

Wawang melanjutkan tersangka hingga saat ini masih menjadi pasien RSUD Jombang. Bahkan, tersangka juga mengkonsumsi obat penenang secara rutin.

“Tersangka menjalani perawatan di Poli Jiwa RSUD Jombang. Selama ini juga masih mengkonsumsi dua jenis obat secara rutin, salah satunya Diazepam. Besok, tanggal 3 Juni adalah jadwal kontrolnya,” jelas Wawang.

Diazepam sendiri adalah jenis obat untuk mengatasi gangguan kecemasan, meredakan kejang, atau obat penenang. Tersangka rutin mengkonsumsi obat jenis ini.

“Tersangka rutin pengobatan. Untuk kriteria gangguan jiwanya apa, saya belum tahu karena jenis-jenisnya banyak,” imbuh Wawang.

Dalam mendampingi tersangka kasus pembunuhan satu ini, Wawang mengaku mulai belajar tentang ilmu kejiwaan. Dia membaca sejumlah artikel medis untuk memperkaya wawasan.

“Kalau saya baca di halodoc , sebetulnya dia (penderita gangguan jiwa) akan merespon pada saat-saat tertentu. Seperti saat emosi, perasaan cemas dan akan kambuh sehingga tidak bisa mengontrol,” lanjutnya.

Hal tersebut tidak ubahnya seperti tersangka Wahyuddin. Sekilas, tersangka seperti orang normal namun tidak bisa mengontrol diri ketika emosi sedang tidak stabil.

Sebelum kasus pembunuhan ini masuk pengadilan, Wawang berharap penyidik bisa melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka. “Oleh penyidik sudah diagendakan untuk melakukan pemeriksaan kejiwaan tersangka,” tutupnya.

Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Rizkika Atmadha, mengaku baru mengetahui kabar tersangka merupakan ODGJ. Menurut dia, informasi tersebut didapat penyidik dari pihak keluarga tersangka.

“Untuk info demikian beredar dari pihak keluarga, untuk itu kami akan periksa ke ahli kejiwaan,” jawab Rizkika.

Sebelumnya, seorang perempuan ditemukan tak bernyawa di salah satu kamar Hotel Kediri, pada Sabtu (14/5/2022) kemarin. Jenazah korban dalam keadaan telanjang dan terdapat luka sayat di lehernya.

Polisi memastikan perempuan yang bernama Ifa Yunani (33) warga Desa Canggu, Kecamatan Badas, Kabupaten Kediri itu tewas dibunuh. Korban adalah seorang wanita pekerja sosial (WPS) atau dikenal juga wanita Open BO.

Kurang dari 1X24 jam, Satreskrim Polres Kediri akhirnya meringkus pelaku pembunuhan. Tersangka bernama Muhammad Wahyuddin Mahardika, pemuda asa Gudo, Kabupaten Jombang.

Tersangka adalah teman kencan bertarif korban. Sedangkan motif pembunuhan itu, dilatar belakangi rasa sakit hati tersangka yang telah diperolok oleh korban, lemah vitalitas. Selain itu, tersangka juga ingin menguasai uang jasa kencan sebesar Rp 1 juta beserta barang-barang berharga korban. [nm/beq]


Apa Reaksi Anda?

Komentar