Hukum & Kriminal

Buron 1 Bulan, Pelaku Penusukan Diringkus Polresta Mojokerto

Pelaku penusukan Ahmad Sa'i. Foto: istimewa

Mojokerto (beritajatim.com) – Pelaku penusukan terhadap Andriyas Subakti (23) warga Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto pada, Minggu (18/8/2019) lalu akhirnya berhasil diringkus. Anggota Satreskrim Polresta Mojokerto berhasil mengamankan Ahmad Sa’i setelah buron satu bulan.

Aksi dugaan tindak pidana penganiayaan tersebut dilakukan pelaku terhadap korban dengan menggunakan pisau lipat miliknya. Aksi penusukan tersebut dilakukan pelaku di halaman Balai Desa Ngabar, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Saat itu, diadakan acara persiapan peringatan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-74 yang akan digelar panggung hiburan. Saat cek sound, pelaku yang diingatkan agar tidak memutar lagu dari handphone yang disalurkan ke sound system karena waktu menunjukan pukul 01.30 WIB, pelaku tersinggung.

Pelaku dan saksi, Amir terlibat cek cok saat diingatkan hingga berujung saling dorong dan mengakibatkan saksi terbentur meja pendopo Balai Desa Ngabar. Melihat kejadian tersebut, korban bersama saksi, Ivan berusaha melerai agar tidak terjadi perkelahian.

Namun tiba-tiba dari arah depan, pelaku langsung mengeluarkan pisau dari dalam saku sebelah kanan dan ditusukkan ke arah perut korban sebelah kiri sebanyak tiga kali. Tak hanya itu, pelaku juga menusuk bagian lengan kanan korban sebanyak satu kali.

Korban pun harus dilarikan ke Puskesmas Kupang, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto. Setelah melakukan aksi penusukan tersebut, pelaku bersembunyi di rumah neneknya di Losari, Kecamatan Gedeg, Kabupaten Mojokerto selama tiga hari sebelum akhirnya bersembunyi di saudaranya di Surabaya.

Kasat Reskrim Polresta Mojokerto, AKP Ade Waroka mengatakan, setelah buron selama satu bulan akhirnya pelaku berhasil diamankan petugas pada, Selasa (17/09/19) di wilayah Surabaya. “Motifnya pelaku tidak terima ditegur warga saat cek sound,” ungkapnya, Kamis (19/9/2019).

Masih kata Kasat, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi dan kronologi kejadian bermula saat pelaku melakukan cek sound pada saat acara pangung hiburan malam kemerdekaan. Karena sudah larut malam pelaku kemudian diingatkan oleh masyarakat dan korban namun tidak terima.

“Korban ditusuk tiga kali pada bagian perut dan satu pada bagian lengan kanan, diduga pelaku saat melakukan aksi penusukan terpengaruh oleh minum minuman keras. Korban langsung dilarikan ke Puskesmas Kupang untuk segera mendapatkan perawatan, sementara pelaku buron satu bulan sebelum akhirnya diamankan,” jelasnya.

Dari tangan pelaku diamankan barang bukti berupa satu buah pisau lipat warna silver metalik gagang kayu. Sementara dari korban diamankan satu buah kaos warna putih ada berkas darah, satu buah celana pendek warna hitam serta hasil visum dari RS Hasanah.

“Pelaku dan barang bukti sudah diamankan dan akibat perbuatanya tersebut, pelaku dijerat dengan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan,” tegasnya. [tin/but]

Apa Reaksi Anda?

Komentar