Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Berniat Ngabuburit, Pemuda Lamongan Ini Malah Aniaya Pelajar

foto/ilustrasi

Lamongan (beritajatim.com) – Aksi seorang pemuda bernama Guntur Setiaji (22), asal Desa Mojorejo, Kecamatan Modo, Lamongan ini terbilang nekat. Pasalnya, pemuda yang awalnya berniat untuk ngabuburit dan membeli takjil ini justru terlibat pertikaian di tengah jalan.

“Kejadiannya berada di Jalan Raya Trewek, Desa Kandangrejo Kecamatan Kedungpring Kabupaten Lamongan. Sekira pukul 17.00 WIB, pada beberapa waktu lalu,” kata Kasat Reskrim Polres Lamongan, AKP Komang Yogi Arya Wiguna, Selasa (26/4/2022).

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak kepolisian, kejadian ini bermula saat Guntur berada di warung kopi “Reborn”. Ia kemudian didatangi oleh temannya yang bernama Aditya Ananda karena sebelumnya sudah janjian bertemu untuk membeli takjil sebagai persiapan berbuka.

Setelah bertemu, keduanya lalu berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Vario bernopol S 5594 CX. Saat di tengah perjalanan, Guntur dan Aditya tiba-tiba melihat ada kerumunan pemuda yang sedang bertikai dan melakukan kekerasan.

Sialnya, Guntur kala itu langsung turun dari kendaraannya dan bergegas menuju kerumunan tersebut. Bukannya melerai pertikaian yang terjadi, justru Guntur malah menjadi-jadi dan terlibat melakukan kekerasan terhadap seorang pelajar di lokasi kejadian.

“Pelajar yang menjadi korban dari aksi kekerasan yang dilakukan oleh pelaku Guntur ini berinisial SK (18), asal Kecamatan Modo, Lamongan,” sebut AKP Komang.

Lebih lanjut, Komang menambahkan, setelah aksi kekerasan yang terjadi, beberapa orang yang melihat kejadian tersebut langsung melerai. Selang sejenak kemudian, Guntur pergi meninggalkan lokasi. “Lantaran tak terima atas insiden yang dialami korban, pihak keluarga langsung melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian,” imbuhnya.

Selain menangkap pelaku, lanjut Komang, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya 1 unit sepeda motor Honda Vario warna Putih nopol S 5594 CX, 1 buah kaos oblong warna hitam bertuliskan ‘Lawon Wesh Death Sukodadi’, 1 buah celana pendek warna biru dongker.

“Pasal yang disangkakan terhadap pelaku adalah Pasal 170 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan,” pungkasnya. [riq/suf]


Apa Reaksi Anda?

Komentar