Iklan Banner Sukun
Hukum & Kriminal

Belasan Napi Lapas Lamongan Dibekali Pendidikan Kepramukaan

Belasan napi mengikuti kegiatan pendidikan kepramukaan di ruang sekolah Ki Hadjar Dewantara Lapas Lamongan, Selasa (17/5/2022).

Lamongan (beritajatim.com) – Belasan warga binaan pemasyarakatan (WBP) atau narapidana di Lapas Kelas IIB Lamongan yang putus sekolah atau yang tak sempat bersekolah dibekali pendidikan Kepramukaan, Selasa (17/5/2022).

Pendidikan tersebut adalah hasil kerjasama yang digelar oleh Lapas Lamongan dengan Yayasan PKMB Media Cinta Ilmu untuk menambah wawasan kebangsaan, menumbuh kembangkan sikap kedisiplinan dan ilmu pengetahuan bagi warga binaan.

“Ada 15 WBP yang dapat pembinaan Pramuka Saka Widya Budaya Bhakti di ruang sekolah Ki Hadjar Dewantara Lapas Lamongan ini,” ujar Kasubsi Registrasi Lapas Lamongan, Idris Pausi kepada wartawan, Selasa (17/5/2022).

Belasan napi mengikuti kegiatan pendidikan kepramukaan di ruang sekolah Ki Hadjar Dewantara Lapas Lamongan, Selasa (17/5/2022).

Idris menjelaskan, Saka Widya Budaya Bhakti adalah wadah kegiatan pembinaan bagi para pramuka untuk menyalurkan minat, mengembangkan bakat dan kemampuan, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.

Sehingga dengan pembinaan itu, lanjut Idris, kedisiplinan warga binaan bisa lebih baik lagi. “Ini salah satu upaya Lapas Kelas IIB Lamongan untuk membentuk kedisiplinan, menambah wawasan kebangsaan dan menumbuhkan rasa cinta tanah air warga binaan,” imbuhnya.

Belasan napi mengikuti kegiatan pendidikan kepramukaan di ruang sekolah Ki Hadjar Dewantara Lapas Lamongan, Selasa (17/5/2022).

Selama mengikuti kegiatan ini, menurut Idris, warga binaan tampak bersemangat dan berantusias saat mendengarkan materi yang diberikan. Ia menyebut, materi yang diberikan cukup ringan, sehingga mudah dipahami oleh WBP.

“Saya senang karena melihat antusias warga binaan sangat semangat saat mengikuti kegiatan pramuka ini,” tuturnya.

Adapun materi yang diberikan, Idris menyebut, meliputi motivasi, penanaman rasa cinta tanah air dan bangsa, pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K), dan dasar-dasar pramuka, serta senam maumere.

Nantinya, Idris mengatakan, kegiatan pembinaan semacam ini akan terus digelar guna memotivasi warga binaan agar memiliki kedisplinan dan rasa cinta tanah air yang baik, baik selama menjalani pembinaan di Lapas Lamongan maupun saat nanti kembali di tengah masyarakat.

“Ke depan kegiatan positif seperti ini akan terus kita lakukan, karena ini sangat bermanfaat bagi warga binaan, baik saat berada di Lapas maupun nantinya setelah mereka keluar dari Lapas,” tandasnya. [riq/but]


Apa Reaksi Anda?

Komentar